Pernyataan Lengkap Fahira Almira Didiagnosis Usus Buntu di 3 RS Indonesia, Hasil Malaysia Beda

Pernyataan Lengkap Fahira Almira Didiagnosis Usus Buntu di 3 RS Indonesia, Hasil Malaysia Beda

Gaya Hidup | inews | Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:32
share

JAKARTA, iNews.id - Nama Fahira Almira tengah menjadi sorotan setelah membagikan pengalaman medis yang membuat publik terkejut. TikToker asal Malang, Jawa Timur, itu mengaku sempat didiagnosis usus buntu oleh tiga rumah sakit di Indonesia dan disarankan menjalani operasi.

Namun, ketika mencari second opinion ke Malaysia, hasil pemeriksaan yang diterima Fahira Almira justru berbeda. Fahira mengaku tidak mengalami usus buntu, sehingga operasi yang sebelumnya direncanakan akhirnya batal.

Kisah tersebut dibagikan Fahira melalui akun media sosialnya dan kemudian viral. Pengalamannya menjadi perbincangan karena menyangkut perbedaan hasil diagnosis yang diterimanya di Indonesia dan Malaysia.

Penasaran bagaimana cerita selengkapnya? Berikut informasinya hanya di artikel ini. 

Fahira Almira Awalnya Alami Demam hingga Nyeri Perut

Fahira Almira menceritakan dirinya sempat mengalami sejumlah keluhan kesehatan. Di antaranya demam tinggi, nyeri hebat di bagian perut kanan bawah, serta mual yang berlangsung terus-menerus.

Karena khawatir dengan kondisinya, Fahira kemudian memeriksakan diri. Dalam pemeriksaan awal, ia menjalani USG yang menunjukkan adanya indikasi penebalan pada bagian apendiks.

Menurut cerita Fahira, ukuran apendiks yang terlihat dalam pemeriksaan tersebut sekitar 8,1 milimeter. Hasil pemeriksaan itu kemudian menjadi salah satu dasar munculnya dugaan radang usus buntu.

Tidak berhenti di satu fasilitas kesehatan, Fahira kemudian mendatangi beberapa rumah sakit untuk memastikan kondisinya.

Menurut pengakuannya, tiga rumah sakit di Indonesia memberikan diagnosis yang sama, yakni usus buntu akut atau apendisitis. Ia bahkan mendapat saran untuk menjalani operasi pengangkatan usus buntu.

Situasi tersebut membuat Fahira panik. Ia kemudian memilih mencari pendapat medis lain sebelum menjalani tindakan operasi.

Fahira akhirnya memutuskan terbang ke Penang, Malaysia, untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan sekaligus memastikan apakah operasi memang benar-benar diperlukan.

Fahira Almira Terbang ke Malaysia untuk Cari Second Opinion

Setibanya di Penang, Malaysia, Fahira menjalani pemeriksaan di Island Hospital. Dokter di sana melakukan pemeriksaan lebih mendalam, termasuk CT scan.

Hasil pemeriksaan kemudian membuat Fahira mendapatkan kesimpulan yang berbeda dari tiga rumah sakit yang sebelumnya ia datangi di Indonesia.

Dokter Goh Tiong Meng yang menangani Fahira disebut menyatakan bahwa dirinya tidak mengalami usus buntu seperti diagnosis yang sebelumnya diterimanya.

Menurut cerita Fahira, keluhan yang dialaminya justru berkaitan dengan penumpukan kotoran di dalam usus atau konstipasi. Informasi mengenai hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi bagian yang paling banyak diperbincangkan warganet.

Operasi Usus Buntu Akhirnya Batal

Perbedaan hasil pemeriksaan itu membuat rencana operasi yang sebelumnya disarankan di Indonesia akhirnya tidak dilanjutkan.

Fahira mengaku bersyukur telah memutuskan mencari second opinion sebelum menjalani tindakan operasi. Pengalaman tersebut kemudian ia bagikan kepada publik melalui media sosial.

Kisah Fahira pun langsung menuai beragam reaksi. Sebagian warganet menyoroti perbedaan diagnosis yang diterimanya, sementara sebagian lainnya mengingatkan agar kasus tersebut tidak serta-merta dijadikan dasar untuk menyimpulkan kualitas layanan medis di Indonesia secara keseluruhan.

Fahira Tak Ungkap Tiga Rumah Sakit di Indonesia

Di tengah viralnya cerita tersebut, Fahira sejauh ini belum membeberkan secara rinci nama tiga rumah sakit di Indonesia yang disebut memberikan diagnosis usus buntu kepadanya.

Karena itu, klaim bahwa dirinya mengalami salah diagnosis masih merupakan pengalaman yang disampaikan Fahira berdasarkan pemeriksaan yang dijalani. Belum ada keterangan dari rumah sakit maupun dokter yang sebelumnya menangani Fahira untuk menjelaskan pertimbangan medis di balik diagnosis tersebut.

Hal ini penting karena perbedaan diagnosis tidak otomatis membuktikan telah terjadi malapraktik. Penentuan apendisitis dapat melibatkan berbagai pertimbangan, mulai dari gejala, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, hingga pemeriksaan pencitraan.

Topik Menarik