Suporter Tandang Kembali Diizinkan di Super League 2026-2027, Ini Syaratnya

Suporter Tandang Kembali Diizinkan di Super League 2026-2027, Ini Syaratnya

Olahraga | inews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:46
share

JAKARTA, iNews.id – Suporter tandang kembali diizinkan hadir di stadion pada Super League 2026-2027 setelah I.League mendapat restu dari FIFA. Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku bebas karena ada sejumlah aturan ketat yang harus dipatuhi klub dan suporter.

Kehadiran pendukung tim tamu sebelumnya mengalami pembatasan setelah tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022. Kini, I.League mulai membuka kembali akses suporter away dengan sistem yang lebih terukur demi menjaga keamanan pertandingan.

Presiden Direktur PT I.League Ferry Paulus mengatakan, proses mengembalikan suporter tandang ke stadion sudah dilakukan dalam waktu panjang. Menurut dia, kebijakan ini menjadi bagian dari perjalanan memperbaiki ekosistem kompetisi sepak bola Indonesia.

“Ya, ini merupakan perjalanan panjang yang terus kami jalankan, terutama dalam satu tahun terakhir. Kalau dikaitkan dengan suporter, bisa dibilang selama ini aktivitasnya sangat minim,” kata Ferry kepada awak media, termasuk iNews di Menara Mandiri, Jakarta pada Selasa (11/8/2026).

I.League sebelumnya sudah mengirimkan proposal kepada FIFA terkait rencana menghadirkan kembali suporter tandang. Setelah melalui pembahasan, FIFA memberikan persetujuan dengan catatan seluruh pihak harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

“Kami sudah menyampaikan proposal dan purpose kami kepada FIFA, kemudian FIFA memberikan restu dengan catatan suporter klub juga harus mematuhi segala hal yang sudah kami sampaikan kepada seluruh klub,” ungkap Ferry.


Laga Rivalitas Tinggi Tetap Dibatasi

Meski sudah mendapat restu FIFA, penerapan suporter tandang tidak langsung berlaku untuk semua pertandingan Super League 2026-2027. I.League tetap akan melihat tingkat risiko dan kesiapan keamanan pada setiap laga.

“Ada batasan-batasan yang harus dipatuhi dan larangan-larangan yang harus dijaga. Dengan demikian, keberadaan suporter away ini bisa terus berjalan,” jelas Ferry.

Pertandingan dengan rivalitas tinggi masih menjadi perhatian utama. Laga seperti Persebaya Surabaya melawan Arema FC dalam Derby Jawa Timur serta Persija Jakarta kontra Persib Bandung atau El Clasico Indonesia masih tidak akan dihadiri suporter tim tamu.

“Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir. Bisa saja ada kebijakan lain yang melarang suporter away, tetapi indikator utamanya tetap berasal dari pihak kepolisian,” ujar Ferry.

Selain aturan kehadiran, I.League juga menyiapkan sistem pembelian tiket melalui aplikasi Sobat Liga. Sistem tersebut dibuat terintegrasi dan telah mendapatkan verifikasi dari pihak kepolisian.

“Kemudian, yang tidak kalah penting, kami memperkenalkan satu sistem di seluruh liga dan sistem tersebut sudah diverifikasi oleh pihak kepolisian untuk diterapkan dalam sistem pembelian tiket melalui Sobat Liga,” papar Ferry.

“Sistem tersebut sudah kami bagikan kepada klub dan sudah diuji coba. Sampai hari ini berjalan sangat baik karena beberapa infrastruktur juga sudah diperbaiki,” tambah pria berusia 62 tahun itu.

Ferry optimistis kembalinya suporter tandang dapat memberikan dampak positif bagi kompetisi. Dia menilai kehadiran pendukung tim tamu mampu meningkatkan atmosfer pertandingan sekaligus memberikan keuntungan bagi klub.

“Karena itu, kami percaya diri memberikan ruang kepada klub untuk mendapatkan benefit dan exposure. Yang tidak kalah penting, kehadiran suporter away juga akan memberikan daya saing dan tekanan bagi klub itu sendiri,” tutup Ferry.

Topik Menarik