Geger! PM Kosovo Dilempar Telur saat Sidang Parlemen, Politik Makin Memanas

Geger! PM Kosovo Dilempar Telur saat Sidang Parlemen, Politik Makin Memanas

Berita Utama | inews | Senin, 10 Agustus 2026 - 12:21
share

PRISTINA, iNews.id - Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti dilempari telur oleh anggota parlemen oposisi saat mengikuti rapat parlemen, Sabtu (8/8/2026). Insiden tersebut terjadi di tengah kebuntuan politik yang kembali melanda Kosovo.

Anggota parlemen oposisi Tim Kadrijaj melemparkan beberapa butir telur ke arah Kurti yang duduk di barisan depan. Aksi tersebut membuat jalannya sidang terhenti sementara.

Kadrijaj melakukan aksi tersebut sebagai bentuk protes karena Kurti dinilai berupaya menunda pemungutan suara untuk memilih ketua parlemen.

“Memalukan,” teriak Kadrijaj sambil melemparkan telur ke arah Kurti.

Pimpinan sidang kemudian meminta siaran langsung dihentikan. Petugas keamanan juga segera bergerak untuk melindungi Kurti dari aksi tersebut.

Meski menjadi sasaran lemparan telur, Kurti tetap tenang dan tidak terpengaruh. Dia mengatakan dirinya bersedia menerima berbagai konsekuensi dalam upaya mencapai kesepakatan politik.

Kurti bahkan menyebut dilempari telur merupakan harga yang pantas jika hal tersebut menjadi bagian dari proses negosiasi untuk mengatasi kebuntuan politik di Kosovo.

Politikus berusia 51 tahun itu bukan kali pertama menghadapi aksi protes keras di parlemen. Ketika masih menjadi oposisi, anggota partainya juga pernah menggunakan gas air mata di ruang sidang untuk memprotes proses pemungutan suara.

Krisis politik Kosovo terjadi setelah negara tersebut menggelar tiga kali pemilihan umum dalam waktu kurang dari dua tahun. Perpecahan antarpartai membuat parlemen beberapa kali mengalami kebuntuan hingga pembubaran.

Partai Vetevendosje (VV) yang dipimpin Kurti menjadi pemenang dalam pemilu terakhir yang digelar pada Juni 2026. Partai tersebut memperoleh suara terbanyak di parlemen, tetapi belum memiliki dukungan yang cukup untuk menentukan presiden baru.

Pemilihan presiden membutuhkan dukungan dua pertiga anggota parlemen. Karena itu, Kurti harus membuka negosiasi dengan sejumlah partai oposisi untuk mendapatkan tambahan dukungan.

Namun, hingga kini VV dan kelompok oposisi belum mencapai kesepakatan mengenai calon presiden. Kondisi tersebut membuat proses pembentukan pemerintahan dan pemilihan pimpinan parlemen kembali menemui jalan buntu.

Batas waktu konstitusional untuk memilih ketua parlemen berakhir pada 7 Agustus. Kegagalan mencapai kesepakatan kembali meningkatkan ketidakpastian politik di Kosovo.

Topik Menarik