Iran Tegaskan Tak Akan Buka Selat Hormuz, kecuali...
TEHERAN, iNews.id - Iran menegaskan Selat Hormuz akan terus ditutup sampai Amerika Serikat (AS) memenuhi permintaannya. Selain itu Iran juga memberi syarat, AS harus mengubah kebijakan permusuhan, jika jalur perairan strategis dunia itu ingin dibuka.
Mohammad Bagher Zolghadr, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan AS harus memperbaiki perilaku jika Selat Hormuz ingin dibuka.
Dia memberikan enam syarat, termasuk mengakhiri ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Dia melanjutkann, AS juga harus menghentikan operasi militer secara permanen terhadap Iran dan kelompok proksinya di kawasan, menarik pasukan angkatan laut dan angkatan udara yang terlibat blokade terhadap Iran, memberikan ganti rugi atas kerusakan yang terjadi selama konflik, mencabut sanksi, serta mencairkan aset yang dibekukan.
Menurut Zolghadr, tuntutan-tuntutan tersebut mencerminkan kehendak rakyat Iran, merujuk pada demonstrasi besar-besaran yang berlangsung selama 6 hari terakhir.
Sidang Kasus Ijazah Jokowi Lanjut Pekan Depan, Agenda Tanggapan Jaksa atas Eksepsi Dokter Tifa
"Dewan Keamanan Nasional Tertinggi tidak akan mundur dari tuntutan-tuntutan ini, baik dalam situasi perang maupun perundingan," ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (9/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kebuntuan perundingan mengenai masa depan pelayaran melalui Selat Hormuz.
Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar, mengakhiri perang sejak 28 Februari. Namun pelaksanaannya terhenti pada 7 Juli karena kedua pihak saling melontarkan tuduhan pelanggaran terhadap ketentuan kesepakatan tersebut, terutama terkait Selat Hormuz.










