Korban Tewas Penembakan Sekolah Thailand Jadi 9 Orang, Pelaku Juga Bunuh Kakek-Neneknya

Korban Tewas Penembakan Sekolah Thailand Jadi 9 Orang, Pelaku Juga Bunuh Kakek-Neneknya

Terkini | inews | Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:04
share

BANGKOK, iNews.id - Jumlah korban tewas akibat penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8/2026), bertambah menjadi sembilang orang. Korban terbaru adalah siswa kelas 7 yang meninggal dunia Sabtu (8/8/2026) setelah menjalani perawatan medis.

Pihak sekolah mengidentifikasi siswa tersebut sebagai Naphat Chaima, siswa Mathayom 1 atau setara dengan kelas 7.

Dengan penambahan terbaru ini, total orang yang tewas dalam insiden tersebut menjadi sembilan orang, termasuk pelaku. Delapan korban lainnya adalah kakek dan nenek pelaku, dua guru, tiga staf sekolah, dan seorang siswa kelas 7.

Sementara itu kepolisian nasional Thailand yang mengambil alih penyelidikan kasus penembakan ini memeriksa aktivitas pelakuN siswa berusia 14 tahun. Hasil penyelidikan mengungkap, remaja itu sempat mencari informasi mengenai penembakan di sekolah-sekolah Amerika Serikat (AS).

Polisi juga meyakini remaja yang identitasnya disembunyikan itu lebih dulu membunuh kakek dan neneknya di rumah mereka di Provinsi Nonthaburi sebelum berangkat ke sekolah pada Jumat pagi. Jenazah kedua korban ditemukan saat petugas dan tim forensik memasuki rumah tersebut.

Wattana Yichin, komandan Kepolisian Provinsi Wilayah 1, mengatakan pintu depan rumah terkunci dari luar.

Penyelidik meyakini remaja tersebut meninggalkan rumah setelah menembak mati kakek dan neneknya untuk melanjutkan aksinya di sekolah.

Pemeriksaan awal terhadap komputer remaja itu mengungkap dia sering bermain game bertema kekerasan serta mencari dan mempelajari informasi mengenai penembakan di sekolah di AS. Aktivitas pencarian tersebut tercatat sejak 30 Juli.

Namun polisi belum bisa memastikan apakah game atau riwayat pencarian tersebut menjadi penyebab atau pemicu penembakan. Mereka menyatakan penyelidikan masih berfokus pada upaya menyusun urutan kejadian dan menentukan faktor-faktor apa saja yang berkontribusi terhadap penembakan tersebut, termasuk apakah remaja itu menjadi korban bullying.

Menurut paman pelaku, anak tersebut tinggal bersama kakek-neneknya sejak kecil, menghabiskan banyak waktu bermain game, dan cenderung tertutup.

Namun dia memastikan tidak adanya riwayat perselisihan ataupun tanda-tanda tekanan mental sebelum penembakan terjadi.

Topik Menarik