2 Tahun Tanpa Trofi, Jose Mourinho Terapkan 3 Aturan Baru di Real Madrid
MADRID, iNews.id – Jose Mourinho langsung melakukan perubahan besar di Real Madrid dengan memperketat aturan internal klub, mulai dari pola makan, kedisiplinan pemain, hingga program pemulihan cedera.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya Mourinho membangun budaya baru di Los Blancos. Kebebasan yang sebelumnya dimiliki pemain dalam mengatur aktivitas sehari-hari kini mulai dibatasi dengan sistem yang lebih terstruktur.
Mourinho mengambil langkah tersebut setelah mempelajari kondisi internal Real Madrid di kompleks latihan Valdebebas. Menurut laporan media Spanyol AS, pelatih asal Portugal itu menilai sistem yang berjalan sebelumnya membutuhkan kontrol lebih ketat.
Perubahan yang diterapkan Mourinho tidak hanya berkaitan dengan aktivitas di lapangan latihan. Hampir seluruh rutinitas pemain di pusat latihan Real Madrid ikut mendapatkan aturan baru.
Langkah tersebut dilakukan saat Real Madrid memasuki musim yang menuntut hasil maksimal. Los Blancos disebut harus kembali mengejar trofi setelah melewati dua tahun tanpa gelar.
Mourinho tidak sekadar ingin menerapkan aturan ketat untuk menghadapi karakter besar para pemain Real Madrid. Sistem baru tersebut juga diarahkan untuk membangun kekompakan dan semangat kebersamaan di dalam tim.
Salah satu gambaran perubahan itu terlihat ketika Real Madrid membagikan foto seluruh pemain dan staf sedang makan bersama. Pemandangan tersebut disebut jarang terlihat sebelumnya.
Sumber internal klub menggambarkan perubahan tersebut secara positif. "Dia ingin memperkuat semangat dan persatuan tim, dan semuanya berjalan dengan cara yang membangkitkan antusiasme," kata sumber tersebut.
Sumber lain di internal klub juga menggambarkan kondisi terkini di lingkungan tim dengan penilaian positif. Suasana di dalam tim disebut "sangat baik".
Para pemain pun dilaporkan menerima perubahan tersebut dengan kepuasan dan sikap positif. Artinya, aturan baru Mourinho sejauh ini tidak memicu kegelisahan di ruang ganti.
Tiga Aturan Baru Mourinho di Real Madrid
Perubahan utama yang diterapkan Mourinho berpusat pada tiga aspek, yakni nutrisi, disiplin, dan pemulihan pemain. Ketiganya kini mendapatkan pengawasan lebih terpusat dari klub.
Dalam urusan nutrisi, peran ahli gizi klub mengalami perubahan cukup besar. Ahli gizi tidak lagi sekadar memberikan saran, tetapi menyiapkan menu wajib yang sudah ditentukan untuk sarapan dan makanan ringan pemain.
Setiap menu disusun dengan orientasi pada kebutuhan performa atlet, bukan sekadar mengikuti selera pribadi pemain. Meski aturan makanan semakin ketat, tidak ada laporan mengenai keresahan di ruang ganti.
Aturan disiplin juga berubah. Mourinho tidak lagi mengandalkan denda sebagai bentuk sanksi utama. Pemain yang melanggar aturan dapat diberikan sesi latihan gym secara individu dan terpisah dari kelompok.
Selain itu, seluruh pemain diwajibkan tiba di Valdebebas satu jam sebelum sesi latihan dimulai. Aturan tersebut berlaku tanpa pengecualian bagi pemain yang datang terlambat.
Program pemulihan pemain juga masuk dalam sistem pengawasan baru. Seluruh program recovery, termasuk aktivitas yang sebelumnya ditangani personal trainer, kini harus dilakukan di bawah supervisi klub.
Blak-blakan Jelang MotoGP Jerman 2026, Francesco Bagnaia: Sachsenring Bukan Sirkuit Favorit Saya
Perawatan dari pihak eksternal juga tidak lagi diperbolehkan. Kebijakan tersebut menjadi perubahan besar dibandingkan periode sebelumnya ketika pemain memiliki kebebasan lebih luas dalam memilih program pemulihan.
Dengan tiga perubahan tersebut, Mourinho berupaya membangun sistem yang lebih terkontrol di Real Madrid. Nutrisi, disiplin, dan recovery kini ditempatkan sebagai bagian penting dari proyeknya.
Aturan baru itu sekaligus memperlihatkan pendekatan Mourinho yang ingin mengubah kebiasaan internal klub secara menyeluruh. Fokusnya bukan hanya meningkatkan performa ketika pertandingan berlangsung, tetapi juga mengatur rutinitas pemain di luar lapangan.
Real Madrid kini memasuki fase baru di bawah Mourinho. Setelah dua tahun tanpa trofi, perubahan budaya internal tersebut menjadi bagian dari upaya Los Blancos kembali ke jalur perebutan gelar.










