Kemarau Panjang, Warga Banyumas Gali Kubangan di Pinggir Sungai untuk Dapatkan Air Bersih

Kemarau Panjang, Warga Banyumas Gali Kubangan di Pinggir Sungai untuk Dapatkan Air Bersih

Nasional | inews | Jum'at, 7 Agustus 2026 - 09:54
share

BANYUMAS, iNews.id – Kemarau berkepanjangan menyebabkan krisis air bersih semakin dirasakan warga di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Di tengah mengeringnya sumber-sumber air, warga terpaksa menggali kubangan di pinggir Sungai Kawung sebagai satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Kondisi tersebut terjadi di bantaran Sungai Kawung, Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang. Sumur dan sumber air yang selama ini menjadi andalan warga mulai mengering akibat musim kemarau yang belum berakhir.

Untuk bertahan, warga membuat kubangan menyerupai sumur kecil di tepi sungai. Air yang merembes ke dalam kubangan kemudian diambil dan digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari minum, mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Meski menyadari kualitas air tersebut belum tentu layak dan aman untuk dikonsumsi, warga mengaku tidak memiliki pilihan lain karena tidak ada sumber air bersih yang tersedia.

Salah seorang warga, Wahyu mengatakan, kondisi tersebut telah berlangsung selama musim kemarau. Warga hanya bisa memanfaatkan air dari kubangan agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.

"Saat ini sulit sekali air makanya kita buat sumur di pinggir sungai. Ini airnya buat minum, mandi kebutuhan sehari-hari, ya mudah-mudahan tidak berbahaya," kata Wahyu di lokasi.

Untuk mengurangi risiko pencemaran, warga rutin menguras dan membersihkan kubangan agar air yang digunakan tetap jernih. Namun, upaya tersebut dinilai hanya menjadi solusi sementara selama pasokan air bersih belum tersedia.

Warga juga mengaku hingga kini belum menerima bantuan air bersih dari pemerintah maupun instansi terkait. Padahal, kebutuhan air terus meningkat seiring kemarau yang masih berlangsung.

Masyarakat berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih kepada wilayah terdampak. Selain itu, warga juga meminta adanya solusi jangka panjang, seperti pembangunan sarana penyediaan air bersih, agar krisis serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Topik Menarik