Cari Mobil di GIIAS 2026, Ini Hal Penting Harus Diperhatikan agar Tidak Menyesal
TANGERANG, iNews.id – Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menghadirkan ratusan model mobil dari berbagai merek dengan teknologi, fitur, dan promo menarik. Namun, calon konsumen diingatkan agar tidak terburu-buru membeli kendaraan hanya karena tergiur diskon atau desain yang menarik.
Area Business Head DKI 1 Auto2000, Riki Rusdiono mengatakan keputusan membeli mobil harus didasarkan pada kebutuhan, kemampuan finansial, hingga pertimbangan biaya kepemilikan jangka panjang agar tidak menyesal setelah transaksi selesai.
"Sebelum memutuskan membeli, pastikan mobil yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan, anggaran, biaya perawatan, hingga layanan purnajualnya. Jangan sampai penyesalan datang setelah transaksi selesai," ujarnya dalam talk show edukasi keuangan "Banjir Produk Mobil, Pilih Yang Mana?" yang digelar ACC dan TAF bersama Auto2000 di GIIAS 2026, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, banyak konsumen masih terjebak fenomena fear of missing out (FOMO) saat memilih kendaraan. Padahal, mobil akan digunakan dalam jangka waktu yang panjang sehingga perlu mempertimbangkan berbagai aspek di luar harga dan fitur.
"Intinya jangan sampai terjebak FOMO saat menentukan mobil yang akan dipilih jadi harus melalui pertimbangan matang, Total Ownership Experience mulai dari kualitas produk, jaringan service, suku cadang, emergency, sampai dengan resale value. Moment of truth dalam kepemilikan bukan hanya saat membeli tapi sepanjang kita menggunakan mobil tersebut," katanya.
Memilih Mobil di GIIAS 2026
Pertama, konsumen harus mengutamakan kebutuhan dibanding mengikuti tren. Kendaraan yang dipilih sebaiknya sesuai aktivitas sehari-hari serta kemampuan finansial.
Kedua, tentukan tujuan penggunaan mobil, apakah untuk kebutuhan keluarga, perjalanan harian, usaha, atau aktivitas lainnya. Hal tersebut akan membantu menentukan jenis kendaraan yang paling tepat.
Ketiga, jangan hanya membandingkan harga dan fitur. Konsumen juga perlu memperhatikan kualitas kendaraan, kemudahan perawatan, jaringan bengkel resmi, layanan purnajual, hingga nilai jual kembali.
Keempat, pilih kendaraan yang memenuhi prinsip QDR (Quality, Durability, Reliability). Mobil dengan kualitas baik, daya tahan tinggi, dan performa yang andal dinilai lebih menguntungkan untuk penggunaan jangka panjang.
Kelima, perhatikan pengalaman kepemilikan kendaraan, bukan hanya proses pembelian. Ketersediaan suku cadang, layanan servis, hingga bantuan darurat menjadi faktor penting yang menentukan kenyamanan selama menggunakan kendaraan.
Jangan Asal Ambil Kredit
Selain memilih mobil, masyarakat juga diminta bijak dalam menentukan pembiayaan kendaraan.
Regional Retail Business Head DKI 1 ACC, Henry Sinaga, mengatakan konsumen harus memastikan perusahaan pembiayaan yang dipilih telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Sebelum melakukan pengajuan kredit pembiayaan, konsumen harus memperhatikan beberapa faktor dalam memilih perusahaan pembiayaan yang terpercaya. Selain memastikan Perusahaan Pembiayaan tersebut berizin dan diawasi OJK, ada baiknya Perusahaan Pembiayaan juga memiliki penyimpanan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang aman, memiliki produk yang aman serta sesuai dengan kebutuhan konsumen," ujarnya.
ACC juga mengingatkan agar total cicilan, termasuk kredit kendaraan, idealnya tidak melebihi 30–35 persen dari penghasilan bulanan sehingga kondisi keuangan tetap sehat.
Selain itu, besaran uang muka (down payment/DP) dan tenor kredit perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial. Konsumen juga disarankan memahami Total Owning Cost (TOC), yakni total biaya kepemilikan kendaraan yang mencakup uang muka, biaya administrasi, bunga, asuransi kendaraan, asuransi jiwa, serta seluruh angsuran selama masa kredit.
Di sisi lain, berbagai promo pembiayaan yang ditawarkan selama GIIAS 2026 dapat dimanfaatkan untuk menekan biaya kepemilikan kendaraan. Namun, konsumen tetap diimbau mencermati seluruh syarat dan ketentuan agar memperoleh skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan.









