Viral SDN 026 Bojongloa Bandung Digembok Ahli Waris, 945 Siswa Telantar di Trotoar

Viral SDN 026 Bojongloa Bandung Digembok Ahli Waris, 945 Siswa Telantar di Trotoar

Nasional | inews | Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:56
share

BANDUNG, iNews.id - Sebanyak 945 siswa Sekolah Dasar Negeri 026 Bojongloa gagal mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah gerbang sekolah digembok ahli waris, Kamis (6/8/2026) pagi. Para siswa yang sudah tiba di lokasi akhirnya diminta kembali ke rumah dan mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Insiden menegangkan tersebut terjadi di lingkungan sekolah yang berada di Jalan Cibaduyut, Kota Bandung. Para siswa terlihat berkumpul dan berhamburan di sepanjang trotoar karena tidak dapat memasuki gedung sekolah.

Peristiwa sekolah disegel itu direkam salah satu orang tua siswa. Video memperlihatkan anak-anak telantar dan kebingungan di trotoar depan sekolah kemudian viral di media sosial.

Para siswa sebelumnya datang dengan semangat untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Namun, pintu utama gedung tempat mereka bersekolah dalam kondisi terkunci dan digembok.

Setelah mendapatkan informasi dari para guru, seluruh siswa kemudian diminta pulang ke rumah masing-masing. Sekolah memutuskan mengalihkan proses belajar mengajar menjadi PJJ.

Kepala Sekolah SDN 026 Bojongloa Agus Mohamad Fajari mengaku menerima informasi mengenai penutupan gerbang sekitar pukul 06.00 WIB. Informasi tersebut disampaikan guru dan penjaga sekolah.

“Saya dapat informasi dari guru dan penjaga sekolah katanya gerang digembok,” ujarnya.

Agus menyampaikan dirinya tidak dapat mengambil keputusan sendiri meskipun berstatus sebagai pemegang kebijakan di sekolah. Dia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan.

“Saya juga walaupun pemegang kebijakan di sekolah, tetapi gak bisa memutuskan sendiri. Akhirnya saya lapor ke Dinas Pendidikan,” katanya.

Keputusan menerapkan PJJ diambil dengan mempertimbangkan keselamatan para siswa. Lokasi sekolah yang berada di kawasan ramai dikhawatirkan dapat memicu kericuhan maupun kecelakaan apabila para siswa terus berada di sekitar trotoar.

“Anak-anak diinformasikan untuk PJJ. Yang dikhawatirkan di sini kan lokasinya ramai, saya takut chaos atau kecelakaan,” katanya.

Agus mengatakan pihak sekolah tidak menerima pemberitahuan sebelumnya mengenai rencana penggembokan gerbang. Dia juga mengaku tidak mendapatkan informasi langsung dari ahli waris terkait penutupan tersebut.

“Penutupan ini tidak ada informasi ke sekolah maupun ke saya sebagai kepala sekolah,” ucapnya.

Dalam proses penyegelan, sempat terjadi perselisihan antara guru dan sejumlah orang yang melakukan penggembokan. Namun, gerbang sekolah akhirnya kembali dibuka oleh ahli waris.

“Gerbang ini akhirnya dibuka ahli waris,” ucapnya.

Proses PJJ direncanakan berlangsung hingga Jumat (7/8/2026) sambil menunggu situasi di lingkungan sekolah lebih kondusif. Apabila kondisi belum membaik, pihak sekolah berencana mengalihkan kegiatan pembelajaran ke lokasi lain.

Topik Menarik