Gianni Infantino Didesak Mundur! UEFA, AFC dan CONCACAF Disebut Siap Lumpuhkan FIFA

Gianni Infantino Didesak Mundur! UEFA, AFC dan CONCACAF Disebut Siap Lumpuhkan FIFA

Olahraga | inews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:05
share

RABAT, iNews.id – Gianni Infantino menghadapi tekanan terbesar sepanjang masa jabatannya sebagai Presiden FIFA. Rapat krisis digelar di Maroko, Rabu (5/8/2026), setelah rencana penjualan hak komersial Piala Dunia memicu gelombang penolakan dari berbagai konfederasi sepak bola dunia.

Rapat tersebut digelar saat posisi Infantino terus diguncang kritik. Presiden FIFA asal Swiss-Italia itu berupaya mempertahankan dukungan menjelang pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Kongres FIFA di Maroko pada Maret 2027.

Kontroversi bermula ketika Infantino mengajukan rencana menjual 20 persen saham badan pengelola hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Skema itu ditargetkan menghasilkan dana sebesar 4,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp75,11 triliun.

Usulan tersebut memicu kritik tajam, termasuk karena adanya keterlibatan perusahaan yang memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meski Infantino akhirnya membatalkan rencana itu pada Jumat lalu, langkah tersebut belum mampu meredam kemarahan para penentangnya.

Dukungan Terus Menyusut

UEFA menjadi salah satu pihak yang paling keras mengkritik Infantino. Konfederasi sepak bola Eropa itu bahkan menilai rencana tersebut sama saja dengan "menjual jiwa sepak bola" dan menyatakan sudah tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap kepemimpinannya.

Tekanan juga datang dari internal FIFA. Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom, dalam surat kepada staf yang dikutip Reuters, menyebut proyek tersebut sebagai rangkaian peristiwa yang "menyedihkan dan patut disesalkan" hingga akhirnya "ditinggalkan secara permanen."

Grafstrom juga menulis, "Individu, masa-masa yang tidak stabil, dan berbagai kejadian yang tidak menguntungkan akan berlalu. Namun institusi, misinya, dan tanggung jawabnya terhadap sepak bola dunia akan terus berjalan." Dalam surat itu, dia tidak menyebut nama Infantino secara langsung.

Nada serupa sebelumnya disampaikan Chief Operating Officer FIFA Kevin Lamour. Dia mengaku staf FIFA telah "dikelabui" oleh rencana yang disebutnya sebagai "proyek milik satu orang". Sementara itu, penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, memilih mengundurkan diri sebagai bentuk protes.

Direktur Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, juga mengambil jarak dari polemik tersebut. Dia menegaskan tidak terlibat dalam penyusunan proposal dan menilai keputusan menarik rencana itu merupakan langkah yang "benar-benar diperlukan."

Ancaman Lengser Jelang Pemilu FIFA

Laporan The Times menyebut UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bertekad menyingkirkan Infantino dari kursi Presiden FIFA. Ketiga konfederasi itu bahkan disebut siap melumpuhkan operasional FIFA hingga membentuk kompetisi sendiri jika Infantino menolak mundur.

Meski demikian, FIFA, CONCACAF, dan AFC belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut. UEFA juga memilih tidak berkomentar.

Di tengah tekanan itu, Infantino masih memiliki sejumlah pendukung. Maroko sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 tetap menyatakan dukungan. Selain itu, Qatar, Kuwait, Lebanon, Sri Lanka, dan Indonesia juga telah menyampaikan loyalitas kepada Infantino meski sikap AFC mengarah sebaliknya.

Infantino selama ini dikenal memiliki basis dukungan kuat dari banyak federasi sepak bola kecil yang bergantung pada bantuan pendanaan FIFA. Dalam proposal yang kini dibatalkan, setiap asosiasi nasional yang mendukung rencana tersebut dijanjikan dividen antara 20 juta hingga 40 juta dolar AS atau sekitar Rp357,66 miliar hingga Rp715,32 miliar pada awal tahun depan.

Sementara itu, Ketua Federasi Sepak Bola Yordania Pangeran Ali bin Hussein turut melontarkan kritik keras. Melalui media sosial, dia menuduh FIFA melakukan "pemerasan" dengan menawarkan bantuan penyelesaian masalah sebagai imbalan atas dukungan kepada Infantino.

"Kami tidak mendukung dia sebelumnya dan tentu tidak akan mendukungnya sekarang," tulis Pangeran Ali. Hingga kini belum muncul kandidat kuat yang dipastikan menjadi penantang Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.

Topik Menarik