Prabowo Soroti Krisis Listrik di Kalimantan, Instruksikan ESDM dan PLN Atasi Pemadaman Listrik

Prabowo Soroti Krisis Listrik di Kalimantan, Instruksikan ESDM dan PLN Atasi Pemadaman Listrik

Terkini | inews | Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:14
share

JAKARTA, iNews.id – Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah Kalimantan. Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah bersama PT PLN (Persero) telah menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi gangguan pasokan listrik yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden. Di dalam pembahasan itu, salah satu di antaranya kami bahas adalah persoalan PLN, ya. Persoalan listrik yang kami harus akui di beberapa wilayah, khususnya di Kalimantan, masih ada pemadaman-pemadaman beberapa titik,” kata Bahlil.

Menurut Bahlil, Presiden Prabowo memerintahkan Kementerian ESDM dan PLN segera mengambil langkah yang terukur agar masalah kelistrikan di Kalimantan dapat segera diselesaikan.

“Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dengan PLN agar bisa menyelesaikan dengan baik,” ujarnya.

Sebelumnya, gangguan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dipicu oleh sejumlah pembangkit listrik yang mengalami gangguan dan menjalani proses perbaikan secara bersamaan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng), Iwan Soelistijono, menjelaskan salah satu penyebab utama berasal dari PLTU SLK Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Dari dua unit pembangkit berkapasitas masing-masing 100 megawatt (MW), satu unit masih dalam tahap perbaikan dan ditargetkan kembali beroperasi pada 5 Agustus 2026.

Sementara itu, PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) di Tabalong telah mengoperasikan kembali Unit 2 berkapasitas 100 MW sejak 28 Juli 2026, lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Di sisi lain, proses pemulihan di PLTU Asam-Asam, Kalimantan Selatan, masih berlangsung. Unit 3 berkapasitas 54 MW masih diperbaiki, sedangkan Unit 2 juga belum kembali beroperasi.

Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin optimistis pemadaman listrik bergilir dapat dihentikan mulai 5 Agustus 2026 seiring bertambahnya pasokan daya dari pembangkit yang kembali beroperasi.

“Insya Allah mulai awal Agustus kita tidak ada pemadaman, tetapi kita masih siaga,” kata Muhidin.

Topik Menarik