Hasil Cek Kesehatan Gratis 2026: 11 Juta Orang Indonesia Alami Obesitas

Hasil Cek Kesehatan Gratis 2026: 11 Juta Orang Indonesia Alami Obesitas

Terkini | inews | Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:14
share

JAKARTA, iNews.id - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 mengungkap tingginya angka obesitas di Indonesia. Dari puluhan juta masyarakat yang mengikuti pemeriksaan kesehatan, sebanyak 11 juta orang diketahui mengalami obesitas.

Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 73 juta orang telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jumlah tersebut bahkan melampaui capaian sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 70 juta peserta.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH mengatakan, obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan dalam pemeriksaan tersebut.

Menurut dia, kondisi obesitas perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes, penyakit jantung, hingga stroke.

"Masalah berat badan juga menjadi perhatian. Dari hasil skrining, sebanyak 11 juta orang diketahui mengalami obesitas," kata dr. Endang dalam Media Briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategis Program Cek Kesehatan Gratis, Selasa (4/8/2026).

Selain obesitas, pemeriksaan CKG juga menemukan berbagai faktor risiko penyakit kronis lainnya. Dari sekitar 52 juta peserta dewasa yang menjalani pemeriksaan tekanan darah, sebanyak 4,9 juta orang terdeteksi mengalami hipertensi dan 5,5 juta lainnya berada pada kondisi prehipertensi.

"Kita temukan hipertensi 4,9 juta, prehipertensi 5,5 juta. Kalau tidak dikendalikan nanti bisa menjadi stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal," ujar dr Endang.

Pemeriksaan juga menemukan 992 ribu peserta mengalami diabetes, sementara 1,9 juta orang berada dalam kondisi prediabetes. Selain itu, sekitar 205 ribu peserta diketahui mengalami gangguan lemak darah atau dislipidemia.

Dr. Endang menyebut hasil CKG menjadi gambaran kondisi kesehatan masyarakat sekaligus dasar pemerintah dalam memperkuat upaya pencegahan penyakit tidak menular.

Ke depan, Kementerian Kesehatan tidak hanya melakukan skrining kesehatan, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdeteksi memiliki penyakit kronis mendapatkan pengobatan dan pemantauan secara rutin.

Langkah tersebut dilakukan agar risiko komplikasi akibat penyakit tidak menular, seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal, dapat ditekan sejak dini.

Topik Menarik