Iran Akan Tembak Setiap Kapal Lewati Jalur Ilegal Selat Hormuz
TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan akan menembak kapal dagang maupun kapal perang yang melintasi jalur ilegal di Selat Hormuz. Peringatan itu disampaikan mantan penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mohsen Rezaei, yang menegaskan hanya jalur pelayaran yang telah ditentukan Teheran yang boleh digunakan.
Rezaei mengatakan, aturan ini juga berlaku bagi kapal perang, setiap kapal perang musuh yang mencoba menggunakan rute di luar jalur yang ditetapkan Iran akan menjadi sasaran.
Pernyataan tersebut mempertegas sikap Teheran untuk memperketat pengawasan terhadap lalu lintas maritim di salah satu jalur perdagangan minyak terpenting dunia itu.
Dalam kesempatan yang sama, Rezaei juga mengungkapkan Iran sempat menyiapkan serangan terhadap Ukraina sebagai pembalasan atas penembakan kapal tankernya di Laut Kaspia. Namun, rencana itu dibatalkan setelah Ukraina lebih dulu menyampaikan permintaan maaf.
Iran sebelumnya membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Teheran siap membuka kembali Selat Hormuz secara penuh sebagai bagian dari kesepakatan damai. Pejabat Iran menegaskan jalur pelayaran strategis itu tidak akan dibuka selama AS masih melakukan tindakan permusuhan terhadap Republik Islam.
Seorang sumber pejabat yang dekat dengan tim negosiasi Iran membantah adanya kesepakatan dengan AS mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.
Menurut sumber tersebut, laporan bahwa Iran telah menyetujui pembukaan penuh jalur pelayaran itu tidak benar.
Sumber pejabat lainnya dari kalangan militer Iran bahkan menegaskan, Selat Hormuz tetap ditutup selama AS masih melanjutkan aksi permusuhan terhadap Iran.
Kapal-kapal tanker dan kargo hanya diperbolehkan melintas melalui jalur yang telah ditentukan dan mendapatkan otorisasi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).









