Neraca Dagang RI Kembali Defisit 450 Juta Dolar AS di Juni 2026

Neraca Dagang RI Kembali Defisit 450 Juta Dolar AS di Juni 2026

Terkini | inews | Senin, 3 Agustus 2026 - 12:49
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan kembali mencatatkan defisit pada bulan Juni 2026 sebesar 450 juta dolar AS. Kondisi ini melanjutkan defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada bulan Mei 2026 lalu. 

Kondisi tersebut meruntuhkan surplus neraca perdagangan berturut-turut selama 72 bulan terakhir sejak Mei 2020.

"Pada Juni 2026 neraca perdagangan barang mengalami defisit sebesar 0,45 miliar dolar AS (450 juta dolar AS). Defisit pada bulan Juni 2026 terutama disebabkan defisit komoditas migas," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dia menambahkan, defisit pada Juni 2026 terutama disebabkan oleh defisit pada komoditas migas yaitu defisit sebesar 3,49 miliar dolar AS, dengan komoditas utama penyumbang defisit pada migas yaitu hasil minyak dan juga minyak mentah.

"Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas nonmigas tercatat surplus sebesar 3,04 miliar dolar AS adapun komoditas dengan penyumbang surplus utama yaitu lemak dan minyak hewani atau nabati di HS15 serta bahan bakar mineral HS27 dan juga besi dan baja atau HS72," tuturnya.

Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan secara kumulatif yaitu neraca perdagangan pada bulan Januari hingga Juni tahun 2026 mencapai surplus sebesar 3,58 miliar dolar AS.

Surplus sepanjang Januari-Juni tahun 2026 tersebut terutama ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yaitu surplus sebesar 19,35 miliar dolar AS. Sementara untuk komoditas migas masih mengalami defisit sebesar 15,77 miliar dolar AS.

Untuk neraca perdagangan total yaitu migas dan nonmigas, tiga negara penyumbang surplus terbesar yaitu Amerika Serikat 8,55 miliar dolar AS, India 6,68 miliar dolar AS, Filipina 4,24 miliar dolar AS.

Sedangkan untuk negara penyumbang defisit terdalam yaitu China defisit 13,61 miliar dolar AS, Australia defisit 4,40 miliar dolar AS, dan juga Singapura defisit sebesar 4,33 miliar dolar AS.

Kemudian untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas, tiga negara penyumbang surplus terbesar yaitu Amerika Serikat sebesar 10,44 miliar dolar AS, India sebesar 6,73 miliar dolar AS, dan juga Filipina sebesar 4,02 miliar dolar AS.

Sedangkan tiga negara penyumbang defisit terdalam pada kelompok non-migas, yang pertama China sebesar 14,26 miliar dolar AS, Australia sebesar 3,97 miliar dolar AS, dan Prancis defisit sebesar 1,49 miliar dolar AS.

Topik Menarik