Man City Kalah dari Inter Milan, Tijjani Reijnders Ungkap Sinyal Positif Era Enzo Maresca

Man City Kalah dari Inter Milan, Tijjani Reijnders Ungkap Sinyal Positif Era Enzo Maresca

Olahraga | inews | Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:00
share

HONG KONG, iNews.id – Manchester City harus menerima kekalahan dari Inter Milan setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit dan kemudian tumbang 1-3 melalui adu penalti. Namun, hasil tersebut tidak membuat Tijjani Reijnders kehilangan kepercayaan terhadap proyek baru The Citizens bersama Enzo Maresca.

City sebenarnya mampu membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-14. Divin Mubama sukses memanfaatkan umpan Antoine Semenyo untuk membawa Manchester City unggul atas Inter Milan.

Keunggulan tersebut hanya bertahan selama lima menit. Benjamin Pavard mencetak gol balasan pada menit ke-19 untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Manchester City kemudian meningkatkan tekanan setelah jeda. Sejumlah peluang berhasil diciptakan melalui Savinho, Vitor Reis, hingga Rico Lewis. Namun, pertahanan Inter Milan mampu menjaga gawangnya sehingga tidak ada gol tambahan hingga pertandingan berakhir.

Reijnders melihat kemampuan City menghasilkan peluang sebagai salah satu sisi positif dari pertandingan tersebut. Gelandang asal Belanda itu menilai timnya sudah memperlihatkan fondasi permainan yang bisa dikembangkan sebelum musim baru dimulai.

"Saya pikir jumlah peluang yang kami ciptakan hari ini sangat bagus. Sayangnya, kami tidak bisa mencetak lebih dari satu gol, tapi ya, itu sesuatu yang bisa jadi modal kami ke depannya," ujar Reijnders seusai pertandingan.

Reijnders Percaya Diri dengan Proyek Maresca

Bagi Reijnders, pertandingan melawan Inter Milan bukan sekadar persoalan menang atau kalah. Laga tersebut merupakan bagian dari persiapan Manchester City menghadapi musim 2026/2027 sekaligus proses memahami sistem permainan yang diterapkan Maresca.

"Kita semua tahu ini pertandingan persahabatan. Tentu saja kamu ingin memenangkan setiap pertandingan, tapi pola permainan yang kami tunjukkan hari ini sangat bagus, dan kami baru memulainya, jadi saya punya banyak rasa percaya pada tim kami," katanya.

Reijnders juga menolak anggapan Manchester City membutuhkan perubahan besar setelah gagal mengalahkan Inter Milan. Menurut dia, permainan tim sudah menunjukkan fondasi yang cukup baik meski masih ada beberapa kelemahan yang harus diperbaiki.

"Tidak, saya pikir tidak, karena cara kami bermain sudah bagus. Satu-satunya hal mungkin secara pertahanan di babak pertama, kami memberikan terlalu banyak ruang, tapi saya pikir di babak kedua kami melakukannya dengan sangat baik, jadi itu hal yang bagus," ucapnya.

Penilaian tersebut terlihat dari jalannya pertandingan. Setelah Inter menyamakan kedudukan melalui Pavard, Manchester City mampu mengambil kendali permainan pada babak kedua dan terus menciptakan peluang.

Namun, peluang yang hadir belum mampu dikonversi menjadi gol kedua. Disiplin lini belakang Inter membuat skor 1-1 bertahan sampai waktu normal selesai.

Pemenang akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti. Inter Milan tampil lebih efektif dan mengamankan kemenangan dengan skor 3-1 dalam tos-tosan tersebut.

Tiga pemain Manchester City gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor. Rayan Ait-Nouri, Abdukodir Khusanov, dan Nico Gonzalez tidak mampu mencetak gol dari titik penalti.

Kekalahan tersebut membuat era awal Enzo Maresca bersama Manchester City dimulai dengan hasil kurang ideal. Meski begitu, performa selama 90 menit memberikan sejumlah catatan positif bagi The Citizens.

Intensitas serangan, jumlah peluang, serta penerapan pola permainan baru menjadi modal Manchester City untuk melanjutkan persiapan pramusim Asia. Tim asuhan Maresca masih memiliki waktu untuk memperbaiki kekurangan sebelum menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Bagi Reijnders, hasil melawan Inter Milan bukan alasan untuk meragukan arah baru Manchester City. Permainan yang mulai terbentuk menjadi modal penting bagi The Citizens untuk terus berkembang menjelang bergulirnya musim baru.

Topik Menarik