Asian Taekwondo Indonesia Open 2026 Resmi Dibuka, 478 Atlet dari 36 Negara Bertanding

Asian Taekwondo Indonesia Open 2026 Resmi Dibuka, 478 Atlet dari 36 Negara Bertanding

Olahraga | inews | Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:00
share

JAKARTA, iNews.id – Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 resmi dibuka di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (2/8/2026). Indonesia mendapat sorotan sebagai tuan rumah ajang taekwondo yang diikuti 36 negara.

Kejuaraan yang berlangsung pada 1-5 Agustus 2026 tersebut diikuti 478 taekwondo dari berbagai negara. Indonesia sebagai tuan rumah menurunkan 31 atlet dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).

Dari jumlah tersebut, 20 atlet Indonesia akan turun pada nomor kyorugi. Sementara 11 atlet lainnya bertanding pada nomor poomsae.

Ketua Umum PBTI Richard Tampubolon menyambut positif kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah. Dia menilai penyelenggaraan ajang internasional tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia memberikan pengalaman berkesan kepada para peserta selama berada di Tanah Air.

"Dengan kejuaraan ini menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional yang berkualitas," kata Richard Tampubolon dalam acara pembukaan.

Pembukaan kejuaraan turut dihadiri sejumlah tokoh penting olahraga dan pemerintahan. Presiden Asian Taekwondo Union (ATU) Kim Sang-jin, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, serta Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari hadir dalam acara tersebut.

Turut hadir Presiden sekaligus CdM Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu, perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, serta para atlet dan ofisial dari negara peserta. Rangkaian pembukaan berlangsung meriah.

PBTI Buktikan Kepercayaan ATU

Richard menjelaskan penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 merupakan hasil kolaborasi PBTI dengan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Indonesia mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah setelah melalui proses bidding yang berlangsung ketat di Korea Selatan. Dalam proses tersebut, Indonesia harus bersaing dengan sejumlah negara, termasuk Malaysia dan India.

Pada akhirnya, Asian Taekwondo Union memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk menggelar kejuaraan tersebut. Bagi Richard, kesempatan itu menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan maksimal.

"Hari ini, kita buktikan bahwa kepercayaan tersebut kita jalankan dengan penuh rasa tanggung jawab," ucapnya.

Richard juga menilai kejuaraan tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar pertandingan olahraga. Menurut dia, penyelenggaraan ajang internasional dapat menjadi kesempatan Indonesia memperlihatkan kondisi negara kepada masyarakat internasional.

Richard menegaskan Indonesia ingin menunjukkan diri sebagai negara yang aman sekaligus memiliki potensi sebagai destinasi wisata olahraga dunia.

Penyelenggaraan turnamen dengan peserta dari 36 negara menjadi salah satu kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia melalui olahraga. Para atlet dan ofisial yang hadir juga dapat merasakan langsung pengalaman bertanding di Jakarta.

"Jadikan, lah kejuaraan ini sebagai momentum untuk mempererat persahabatan antar bangsa di seluruh dunia," katanya.

Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 kemudian menjadi salah satu ajang internasional yang digelar di Indonesia pada 2026. Persaingan berlangsung selama lima hari, mulai 1 hingga 5 Agustus.

Bagi PBTI, kesuksesan penyelenggaraan juga menjadi pembuktian atas kepercayaan yang diberikan ATU setelah Indonesia memenangkan proses bidding. Sementara bagi 31 atlet tuan rumah, ajang tersebut menjadi kesempatan tampil di hadapan publik sendiri sekaligus bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

Topik Menarik