BNPB Operasi Modifikasi Cuaca Siang-Malam, Bantu Jinakkan Karhutla di Kalteng

BNPB Operasi Modifikasi Cuaca Siang-Malam, Bantu Jinakkan Karhutla di Kalteng

Terkini | inews | Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:21
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Selain mengoptimalkan operasi pemadaman darat, dukungan udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga ditingkatkan melalui penambahan armada pesawat, pemenuhan stok bahan semai serta pelaksanaan operasi hingga malam hari.

Kepala BNPB Suharyanto menginstruksikan agar armada pesawat OMC dapat dioperasikan secara fleksibel kapan pun diperlukan, termasuk pada malam hari apabila BMKG mengidentifikasi potensi pertumbuhan awan hujan.

“Tidak ada alasan untuk tidak terbang selama masih ada potensi pertumbuhan awan hujan. Jadi tidak terbangnya kalau tidak ada awan hujan saja,” kata Suharyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8/2026).

Suharyanto mengarahkan agar penyemaian bahan semai Natrium Klorida (NaCl) diprioritaskan pada wilayah dengan tingkat kebakaran yang tinggi, yakni Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya. Sementara itu, pemantauan kondisi cuaca dan potensi penyemaian juga terus dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Ini akan menjadi atensi kami, semua pihak yang terlibat dalam OMC ini, saya perintahkan agar kalau ada pertumbuhan awan arahkan ke tempat-tempat yang terjadi pembakaran,” kata Suharyanto.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak sehingga mempercepat proses pemadaman, mempercepat pendinginan lahan gambut, serta mencegah meluasnya kebakaran.

Selain itu, Suharyanto menyetujui penambahan armada pesawat OMC sekaligus perluasan pangkalan operasi dengan menempatkan tambahan pesawat di Pangkalan Bun.

“Saya izinkan juga penambahan satu di Pangkalan Bun satu, di sini (Tjilik Riwut) satu,” katanya

Berdasarkan data hingga Jumat (31/7/2026), OMC di Kalimantan Tengah menggunakan pesawat jenis Caravan dan telah dilaksanakan dengan total durasi terbang selama empat jam. Sebanyak 2.000 kg bahan semai NaCl telah disebar untuk menjangkau wilayah penyemaian seluas 1.777 kilometer persegi. Sementara itu, stok bahan semai NaCl yang tersedia di Posko OMC tercatat sebanyak 6.000 kg.

BNPB telah melaksanakan OMC tahap pertama di wilayah Kalimantan Tengah, pada periode 16 hingga 30 Juni 2026. OMC tersebut terlaksana dengan durasi terbang hingga 63 jam 18 menit, dengan jumlah penerbangan 31 sorti serta bahan semai yang digunakan sebanyak 31.000 kg.

Topik Menarik