IHSG Sepekan Menguat 0,64 Persen, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp10.923 Triliun
JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG selama sepekan menguat di tengah pergerakan pasar yang masih fluktuatif, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga bertambah Rp53 triliun dibandingkan pekan sebelumnya.
Berdasarkan data statistik mingguan BEI, IHSG menguat 0,64 persen pada periode perdagangan 27-31 Juli 2026 ke level 6.236,126 dari sebelumnya di 6.196,430. Sementara itu, kapitalisasi pasar meningkat dari Rp10.870 triliun menjadi Rp10.923 triliun, atau bertambah sekitar Rp53 triliun.
Meski IHSG mengakhiri pekan di zona hijau, aktivitas perdagangan saham mengalami perlambatan. Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan tercatat sebesar Rp15,44 triliun, turun 21,86 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp19,76 triliun.
Penurunan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang merosot 31,23 persen menjadi 30,04 miliar saham, dari sebelumnya 43,68 miliar saham.
Frekuensi transaksi harian ikut terkoreksi sebesar 31,88 persen menjadi 1,82 juta kali transaksi, dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 2,67 juta kali transaksi.
Secara keseluruhan, total volume perdagangan saham selama sepekan mencapai 150,20 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp77,18 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 9,09 juta kali transaksi.
Dari sisi investor, asing masih mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp7,10 triliun di seluruh pasar selama periode tersebut. Aksi beli investor asing tersebut menjadi salah satu penopang penguatan IHSG di tengah menurunnya aktivitas perdagangan.
Sementara investor domestik, justru mencatatkan net sell pada perdagangan pekan ini. Tercatat investor domestik pada peridoe yang sama membukukan net sell sebesar Rp7,1 triliun.
Pergerakan indeks sektoral juga menunjukkan mayoritas sektor berada di zona positif. Sektor bahan baku memimpin penguatan dengan kenaikan 2,71 persen, diikuti konsumer siklikal yang naik 2,61 persen, kesehatan meningkat 2,51 persen, serta teknologi terkerek 2,12 persen.
Di sisi lain, sektor properti menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah turun 3,49 persen, disusul infrastruktur minus 1,74 persen dan energi terkoreksi 1,02 persen.










