Dokter Murka Lihat Bigmo Diduga Ajak Anak-Anak Promosikan Vape: Kesel Banget!

Dokter Murka Lihat Bigmo Diduga Ajak Anak-Anak Promosikan Vape: Kesel Banget!

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 31 Juli 2026 - 17:25
share

JAKARTA, iNews.id – Edukator kesehatan dr Adam Prabata angkat bicara menyusul viralnya dugaan YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo yang melibatkan anak-anak dalam promosi produk rokok elektronik atau vape saat siaran langsung di YouTube.

Melalui unggahan di X, dr Adam Prabata menegaskan publik memiliki alasan kuat untuk mengecam siapa pun yang melibatkan anak dalam promosi produk vape. Menurutnya, dampak vape terhadap kesehatan anak bukan persoalan sepele karena dapat memengaruhi perkembangan otak hingga meningkatkan risiko menjadi perokok di kemudian hari.

"Mengapa lo harus kesel banget sama orang yang minta anak-anak promosi vape?" tulis dr Adam mengawali penjelasannya, dikutip Jumat (31/7/2026).

Menurut dr Adam, alasan pertama adalah kandungan nikotin dalam vape dapat mengganggu perkembangan otak anak yang masih berada dalam fase tumbuh kembang.

"Pada anak, nikotin dalam vape bisa bekerja langsung ke otak yang masih berkembang. Nikotin bisa mengganggu perkembangan otak anak, memengaruhi kontrol diri, kemampuan belajar, sampai risiko masalah perilaku," tulisnya.

Ia menegaskan dampak tersebut bukan sekadar efek jangka pendek, tetapi dapat memengaruhi masa depan anak.

"Bayangin, bisa ngaruh ke otak, taruhannya masa depan anaknya," ujar dr Adam.

Selain berdampak pada otak, dr Adam juga mengingatkan bahwa cairan vape mengandung sejumlah zat berbahaya yang dapat merusak organ pernapasan.

Menurutnya, cairan vape mengandung formaldehid dan logam berat yang berpotensi merusak paru-paru serta meningkatkan risiko kanker.

"Cairan vape mengandung formaldehid dan logam berat, zat-zat yang bisa merusak paru-paru dan berpotensi menyebabkan kanker," paparnya.

Tak hanya itu, dr Adam menyoroti anggapan bahwa vape dapat menjadi alternatif yang lebih aman dibanding rokok konvensional. Menurutnya, berbagai penelitian justru menunjukkan sebaliknya pada kelompok usia anak dan remaja.

Ia mengatakan remaja yang menggunakan vape memiliki risiko hampir tiga kali lipat untuk kemudian menjadi perokok tembakau aktif.

"Penelitian menemukan bahwa remaja pengguna vape punya risiko hampir 3x lipat buat akhirnya jadi perokok tembakau aktif. Jadi anggapan vape itu jalan keluar dari rokok, sebenernya kebalik. Malah pada anak dan remaja, vape lebih sering jadi gerbang masuk ke rokok konvensional," ujar dr Adam.

Di akhir pernyataannya, dr Adam menegaskan bahwa figur publik yang memiliki pengaruh besar seharusnya tidak melibatkan anak-anak dalam promosi produk yang mengandung zat adiktif.

"Jadi, sudah cukup jelas, ya, kenapa kita harus kesel banget sama orang-orang, terutama yang punya power gede, dan malah digunakan untuk minta anak-anak promosiin vape?" tegasnya.

Pernyataan dr Adam muncul setelah video viral cuplikan siaran langsung YouTube yang menampilkan YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo bersama sejumlah orang, termasuk beberapa anak. 

Dalam video tersebut, terdengar seseorang menanyakan 'liquid nomor satu', kemudian Bigmo menimpali dengan pertanyaan serupa sebelum anak-anak bersama sejumlah orang dewasa menyebut nama salah satu merek liquid vape.

Cuplikan tersebut memicu gelombang kritik dari publik karena dinilai diduga melibatkan anak di bawah umur dalam promosi produk vape. Sejumlah pihak, termasuk kreator konten dan warganet, mendesak Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Hingga Jumat (31/7/2026), Bigmo belum memberikan klarifikasi resmi terkait viralnya video tersebut. 

Topik Menarik