Sarwendah Tuduh Hadirnya Betrand Peto Bikin Anaknya Butuh Bantuan Psikolog? Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - Baru-baru ini artis Sarwendah mengungkapkan informasi mengejutkan tentang kondisi mental anak-anaknya. Di pengakuannya itu, Sarwendah menyeret nama Betrand Peto.
Ya, dalam podcast bersama Denny Sumargo, Sarwendah mengungkap bahwa putri sulungnya, Thalia Putri Onsu, sempat mengalami tantrum hingga akhirnya harus menjalani terapi dengan psikolog.
Pengakuan tersebut mencuri perhatian karena disampaikan saat Denny Sumargo membahas masa-masa awal kehadiran Betrand Peto atau Onyo di tengah keluarga mereka.
Menjadi catatan di sini, Sarwendah tidak pernah menyatakan bahwa Betrand menjadi penyebab langsung kondisi tersebut. Ia hanya menjelaskan kronologi waktu ketika peristiwa itu terjadi.
"Pada saat Onyo hadir nggak lama anak-anak ada psikolog," kata Sarwendah, dikutip Jumat (31/7/2026).
Mendengar hal itu, Denny Sumargo langsung bertanya alasan Sarwendah membawa anak-anaknya berkonsultasi dengan psikolog.
"Kenapa kamu bawa ke psikolog anak-anak?" tanya Denny.
Sarwendah kemudian menjelaskan bahwa pemicunya berawal dari kondisi Thalia yang tiba-tiba mengalami tantrum.
"Trigger awalnya adalah waktu itu Cici Thalia tantrum," jawabnya.
Lebih lanjut, Sarwendah mengaku masih mengingat jelas momen ketika putrinya tiba-tiba menunjukkan perubahan perilaku yang membuatnya khawatir.
"Tantrum nggak tahu kenapa, jadi dia tuh kayak tiba-tiba jadi nangis, bisa pukul-pukul gitu loh, tantrum kayak gitu," ungkap Sarwendah.
Sebagai seorang ibu, ia mengaku sangat sedih melihat kondisi tersebut.
Tak hanya itu, Sarwendah juga mendapat laporan dari guru bahwa Thalia sempat melakukan sesuatu di sekolah yang membuatnya benar-benar terpukul.
"Dia ada melakukan sesuatu hal di sekolah yang menurut aku, ... aku tahu dari gurunya, yang menurut aku sebagai orang tua benar-benar terpukul sekali kenapa bisa kayak gitu," katanya.
Denny Sumargo pun ikut heran mendengar cerita tersebut. "Kok bisa?" tanyanya.
Sarwendah mengaku dirinya juga tidak menyangka. "Aku juga kaget koh. Itu pada saat aku dengar aku sedih banget," ujarnya.
Melihat perubahan yang dialami putrinya, Sarwendah akhirnya memutuskan membawa Thalia berkonsultasi dengan psikolog.
Dari hasil konsultasi, Sarwendah mengetahui bahwa Thalia merupakan anak yang sangat sensitif dan mampu menyerap berbagai informasi lebih cepat dibandingkan anak seusianya.
"Dia juga tidak mudah, di umur segitu aku melihat dia anak yang sangat sensitif dan banyak hal yang dia pelajari lebih cepat daripada umur dia seharusnya," jelasnya.
Menurut Sarwendah, salah satu tantangan yang dihadapi Thalia adalah paparan berbagai informasi dari luar, termasuk pemberitaan yang ramai dibahas.
"Salah satu contohnya ya dengan kasus-kasus kayak gini dia lihat di luar, di berita kayak gimana," tuturnya.
Karena itu, Sarwendah memilih untuk selalu membuka ruang komunikasi dengan putrinya. Ia ingin Thalia bertanya langsung kepadanya apabila menemukan informasi yang belum dipahami.
"Kalau aku dari dulu menghormati keinginan, sama-sama kami cari jalan tengah. Apalagi Cici udah umur 11 tahun jadi udah mulai bisa vokal mengutarakan apa yang dia pikirkan sebenarnya," katanya.
Ia juga berpesan kepada sang putri agar tidak langsung mempercayai semua informasi yang didengar dari lingkungan sekitar maupun media.
Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Ciptaan Bupati Purwakarta Dianggap Rendahkan Perempuan
"Aku selalu bilang apa yang Cici lihat di luar sana, berita atau apa pun dari teman, dari siapa pun, kalau Cici nggak ngerti tolong tanya sama Bunda, biar Bunda bisa jelaskan," pungkasnya.









