IRGC Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Serangan ke Irak Perparah Krisis Timur Tengah
TEHERAN, iNews.id - Konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan rudal balistik ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania. Sasaran serangan adalah Pangkalan Udara Muwaffaq Salti yang berada di wilayah timur negara tersebut.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi seluruh rudal berhasil dicegat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan signifikan. Meski demikian, serangan ini memperlihatkan meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat bersama Arab Saudi melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Irak. Aksi tersebut memicu kecaman keras dari pemerintah Irak yang menilai operasi militer itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.
Serangan gabungan tersebut dilaporkan menghantam markas Brigade ke-30 Pasukan Mobilisasi Populer (Popular Mobilization Forces/PMF) di Provinsi Nineveh. Rekaman dari lokasi memperlihatkan bangunan hancur, kendaraan rusak, dan kepulan asap tebal menyelimuti area serangan.
Otoritas setempat menyatakan serangan itu menyebabkan korban jiwa, korban luka, serta kerusakan material di sejumlah titik. Hingga kini, kondisi keamanan di Irak masih menjadi perhatian dunia seiring meningkatnya ketegangan regional dan kekhawatiran konflik Timur Tengah akan meluas.








