BI Minta Pasar Tak Panik usai Perry Warjiyo Mundur: Kebijakan Kami Tidak Berubah

BI Minta Pasar Tak Panik usai Perry Warjiyo Mundur: Kebijakan Kami Tidak Berubah

Terkini | inews | Senin, 27 Juli 2026 - 23:32
share

JAKARTA, iNews.id - Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti meminta pelaku pasar tidak panik menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI. Dia memastikan arah kebijakan moneter BI tetap konsisten dan tidak berubah.

Destry menegaskan BI akan tetap berfokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus melanjutkan berbagai kebijakan yang telah diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG). 

“Untuk market (pasar) ya, tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik. Kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya. Jadi stance kebijakan kami tidak berubah bahwa stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci dari kebijakan kami saat ini,” kata Destry di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, BI akan terus hadir di pasar melalui berbagai instrumen stabilisasi, termasuk intervensi di pasar spot maupun pasar non-deliverable forward (NDF), guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. 

“Sehingga kami juga akan terus berada di pasar baik dengan melalui intervensi di spot, di NDF ataupun DNDF (domestic non-deliverable forward,” ucapnya.

Selain menjaga stabilitas, Destry mengatakan BI juga akan tetap menjalankan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi melalui instrumen makroprudensial.

“Tentunya di satu sisi juga kebijakan kami yang bersifat untuk pro-growth akan kami teruskan melalui kebijakan makroprudensial kami. Dan sekali lagi juga tentunya sesuai dengan keputusan RDG bulanan kami di bulan Juli ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, BI tetap berupaya menarik aliran modal asing (capital inflow) dengan memberikan insentif berupa penurunan biaya lindung nilai (hedging).

“Kami juga mengharapkan inflow akan terus terjadi dengan kita juga memberikan insentif kepada dana capital inflow yang masuk dengan menurunkan biaya hedging. Jadi kebijakan itu masih tetap kami lakukan,” ujarnya.

Destry juga menegaskan kepemimpinan di BI bersifat kolektif kolegial sehingga tidak bergantung pada satu orang. Seluruh anggota Dewan Gubernur BI tetap berkomitmen menjalankan mandat menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.

“Di Bank Indonesia ini kepemimpinan dilakukan secara kolektif kolegial. Jadi kami berlima dengan ADG (anggota Dewan Gubernur) yang lain akan terus komitmen dan terus melanjutkan keberlangsungan tugas kami sesuai dengan amanah yang telah dimandatkan kepada kami di Bank Indonesia,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Destry menyampaikan harapan agar kondisi pasar keuangan segera kembali stabil. 

“Kita juga tentu berharap stabilitas di pasar keuangan kita akan bisa pulih dan normal kembali seperti semula,” pungkasnya. 

Topik Menarik