Profil Keigo Higashino, Penulis Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya yang Meninggal Dunia

Profil Keigo Higashino, Penulis Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya yang Meninggal Dunia

Gaya Hidup | inews | Senin, 27 Juli 2026 - 16:20
share

JAKARTA, iNews.id – Kepergian Keigo Higashino meninggalkan duka mendalam bagi pencinta sastra di seluruh dunia. Penulis asal Jepang yang dikenal lewat karya-karya misteri penuh kejutan itu meninggal dunia pada usia 68 tahun akibat kanker kolorektal. 

Di balik kesuksesannya sebagai novelis legendaris, Keigo Higashino dikenal sebagai sosok sederhana yang lebih memilih berbicara melalui karya dibanding tampil di hadapan publik.

Menjadi pertanyaan sekarang, siapa sebenarnya Keigo Higashino? Karya apa saja yang suda dilahirkan olehnya sebelum meninggal dunia? Simak berita selengkapnya hanya di artikel ini. 

Penulis Keigo Higashino meninggal dunia di usia 68 tahun. (Foto: Instagram)

Profil Keigo Higashino, Penulis asal Jepang yang Meninggal Dunia

Lahir di Osaka, Jepang, pada 4 Februari 1958, Keigo Higashino telah mencintai cerita misteri sejak masih kecil. Ketertarikannya pada teka-teki dan logika kemudian menjadi fondasi yang membentuk gaya menulisnya, yang kini diakui sebagai salah satu yang terbaik dalam genre misteri modern.

Namun, jalan menuju kesuksesan tidak diraihnya secara instan. Sebelum menjadi penulis penuh waktu, Higashino bekerja sebagai insinyur di perusahaan komponen otomotif Denso. Di sela-sela pekerjaannya, ia tetap menulis hingga akhirnya berhasil mewujudkan impiannya.

Titik balik kariernya terjadi pada 1985 ketika naskah After School memenangkan Edogawa Rampo Prize, penghargaan bergengsi bagi penulis novel misteri di Jepang. Novel tersebut kemudian diterbitkan dan menjadi karya debut yang membuka jalan bagi karier panjangnya di dunia sastra.

Sejak saat itu, Higashino nyaris tak pernah berhenti berkarya. Selama hidupnya, ia menghasilkan 106 buku, mulai dari novel misteri, thriller psikologis, hingga drama yang sarat pesan kemanusiaan.

Meski dikenal sebagai 'raja novel misteri', karya-karya Higashino tidak hanya menawarkan teka-teki yang rumit. Ia juga piawai mengangkat kisah tentang keluarga, pengorbanan, persahabatan, hingga penyesalan, sehingga membuat novel-novelnya mampu menyentuh emosi pembaca.

Salah satu karya yang paling populer di Indonesia adalah Keajaiban Toko Kelontong Namiya (The Miracles of the Namiya General Store). Novel tersebut mengisahkan tiga pemuda yang secara tak sengaja menemukan toko kelontong tua misterius yang dapat menghubungkan surat-surat dari masa lalu dan masa kini.

Penulis novel misteri legendaris, Keigo Higashino, meninggal dunia. (Foto: Instagram)

Melalui kisah yang hangat dan penuh makna, Higashino mengajak pembaca merenungkan pilihan hidup, penyesalan, serta pentingnya memberi harapan kepada orang lain. Novel ini menjadi salah satu karya yang memperlihatkan sisi berbeda dari Higashino, yang tidak hanya piawai merancang misteri, tetapi juga mampu menyentuh hati pembacanya.

Selain Keajaiban Toko Kelontong Namiya, nama Keigo Higashino juga mendunia lewat novel The Devotion of Suspect X, yang memenangkan Naoki Prize pada 2006. Karya tersebut memperkenalkan namanya kepada pembaca internasional dan dianggap sebagai salah satu novel misteri terbaik sepanjang masa.

Banyak novel ciptaannya kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa dan diadaptasi menjadi film maupun serial televisi. Popularitasnya terus meningkat hingga pada 2023, buku-bukunya telah terjual lebih dari 100 juta eksemplar di Jepang.

Meski meraih ketenaran luar biasa, Higashino tetap dikenal rendah hati. Ia jarang memberikan wawancara dan hampir tidak pernah mengejar sorotan media.

Dalam wawancara langka dengan The Wall Street Journal pada 2011, ia pernah mengungkap filosofi yang menjadi pegangan selama menulis.

"Sebagian penulis ingin mengharukan pembacanya, sebagian lagi ingin menulis kalimat-kalimat indah. Saya ingin para pembaca terus dibuat terkejut oleh ide-ide saya," ujarnya.

Dedikasi itulah yang membuat karya-karyanya tetap dicintai lintas generasi. Bahkan setelah kepergiannya, novel terakhir berjudul Eternal Memory dijadwalkan tetap terbit bulan depan.

Topik Menarik