Viral Bocah Perempuan di Boyolali Menangis Histeris Dijambret, Kalung dan Liontin Emas Raib

Viral Bocah Perempuan di Boyolali Menangis Histeris Dijambret, Kalung dan Liontin Emas Raib

Nasional | inews | Jum'at, 24 Juli 2026 - 14:55
share

BOYOLALI, iNews.id – Seorang bocah perempuan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menjadi korban penjambretan saat hendak pulang usai bermain. Kalung emas yang dikenakan korban berusia 6 tahun ini dirampas pelaku di Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali.

Aksi pelaku terekam CCTV dan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pelaku diduga lebih dahulu menunggu serta mengamati korban yang sedang berjalan pulang.

Setelah memastikan situasi di sekitar lokasi sepi, pelaku mendekati korban. Dia kemudian merampas kalung emas beserta liontin yang dikenakan bocah tersebut dan langsung kabur menggunakan sepeda motor matic.

Korban yang masih berusia 6 tahun tidak mampu melakukan perlawanan. Setelah perhiasannya dirampas, bocah tersebut menangis histeris dan berlari menuju rumahnya yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian.

Ibu korban, Ninik Lestari, mengaku mendengar suara teriakan anaknya dari luar rumah. Dia kemudian keluar dan mendapati korban sudah dalam kondisi menangis.

“Saya dengar anak saya teriak histeris. Kemudian saya keluar lihat dia sudah nangis. Temannya bilang karungnya udah diambil orang. Itu kalung emas sama liontin,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Kalung emas dan liontin yang dirampas memiliki berat sekitar 4,5 gram. Kerugian yang dialami keluarga korban diperkirakan mencapai Rp4 juta.

Polsek Boyolali Kota telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga mengamankan rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku serta kendaraan yang digunakannya.

Kanit Reskrim Polsek Boyolali Kota Iptu Budiarto mengatakan, penyidik telah memperoleh sedikit gambaran mengenai ciri-ciri pelaku.

“Kami sudah olah TKP dan penyisiran untuk pengumpulan petunjuk agar membuat terang perkara. Dari ciri-ciri pelaku sudah ada sedikit gambaran,” ujarnya.

Polisi masih melakukan penyisiran dan mengumpulkan bukti tambahan untuk menangkap pelaku. Masyarakat yang mengetahui informasi mengenai kejadian tersebut diminta segera melapor kepada kepolisian.

Orang tua juga diimbau lebih waspada ketika anak bermain di luar rumah. Anak-anak sebaiknya tidak dikenakan perhiasan mencolok saat berada di tempat umum karena dapat menarik perhatian pelaku kejahatan.

Topik Menarik