Dody Hanggodo Ungkap Semua Cuti Pegawai Kementerian PU Harus Lewat Dirinya

Dody Hanggodo Ungkap Semua Cuti Pegawai Kementerian PU Harus Lewat Dirinya

Terkini | inews | Kamis, 23 Juli 2026 - 10:32
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan seluruh pengajuan cuti pegawai di Kementerian PU kini harus mendapat persetujuan langsung dari dirinya. Kebijakan tersebut diterapkan setelah dia menemukan sejumlah izin bodong dan surat sakit palsu dalam pengajuan cuti pegawai. 

 Sebelumnya, persetujuan cuti pegawai berada di bawah kewenangan Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan para Direktur Jenderal (Dirjen). Namun, Dody mulai merasa ada sesuatu yang janggal dalam proses pengajuan izin sehingga memutuskan menarik seluruh persetujuan cuti ke meja dirinya.

“Penarikan remnya sudah agak lama lah, mungkin sekitar dua sampai tiga bulan lalu. Cuti itu zaman dulu memang saya serahkan semua ke bawah, sekjen, terus ke dirjen, dan seterusnya," kata Dody saat diwawancarai di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (22/7/2026).

"Terus saya kok merasa ada yang nggak beres gitu lho. Ini saya tarik rem supaya semua lari ke saya. Kalau semua lari ke saya kan saya bisa ngecek,” sambung dia.

Setelah seluruh pengajuan cuti masuk melalui dirinya, Dody menemukan sejumlah dokumen yang dinilai mencurigakan. Dia kemudian meminta Inspektorat Jenderal untuk melakukan pengecekan terhadap dokumen yang dilampirkan dalam pengajuan izin tersebut.

"Ternyata izinnya banyak yang bodong, izin bodong itu maksudnya surat sakit palsu, surat apa palsu. Kalau barang itu jatuh ke saya, kan saya bisa perintahkan Irjen untuk ngecek," ungkapnya.

"Begitu saya tarik rem, semua lari ke saya, baru saya suruh cek satu-satu. Kalau ada izin cuti kira-kira lampiran dokumennya mencurigakan, saya bisa suruh Irjen untuk tolong cek deh ini benar enggak nih,” ucap Dody.

Dody mengakui kebijakan tersebut membuat beban pekerjaannya sebagai menteri bertambah. Meski begitu, dia mengaku tidak keberatan karena pengawasan terhadap pegawai menjadi bagian dari tanggung jawabnya dalam membangun aparatur sipil negara (ASN) yang berkualitas.

"Menurut saya pribadi memang itu beban. Cuma gini, kan tadi saya sampaikan sebagai pembantu Presiden, tugas saya juga meyakinkan kepada Presiden bahwa statecraft yang ketiga membentuk ASN yang berkualitas, itu juga saya kerjakan gitu. Ini dalam rangka saya membentuk ASN Kementerian PU yang lebih berkualitas, yang lebih berintegritas, yang lebih berakhlak, yang selalu menghadirkan Tuhan di hatinya,” pungkas Dody.

Topik Menarik