Kepala Bappisus Susun Rekomendasi untuk 5 Isu Strategis Nasional, Libatkan 20 PTN

Kepala Bappisus Susun Rekomendasi untuk 5 Isu Strategis Nasional, Libatkan 20 PTN

Terkini | inews | Rabu, 22 Juli 2026 - 23:31
share

JAKARTA, iNews.id – Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto menggandeng 20 perguruan tinggi negeri (PTN) untuk membentuk kelompok kerja (pokja) yang akan menyusun rekomendasi bagi kementerian dan lembaga terkait. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Sarasehan Kebangsaan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Aris mengatakan, hasil diskusi bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) akan ditindaklanjuti melalui pembentukan kelompok kerja yang bertugas menyusun usulan secara terukur untuk membantu penyelesaian berbagai persoalan strategis nasional.

"Setelah ini selesai nanti akan dibuat kelompok kerja atau panitia kerja dari MRPTNI, membuat usulan secara tertulis di situ terukur solving problem-nya jelas, akan difasilitasi Bappisus untuk kita meeting secara teknis dengan kementerian/lembaga terkait, badan atau lembaga terkait," kata Aris, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, rekomendasi tersebut akan dibahas bersama kementerian maupun lembaga terkait agar menghasilkan formula yang mampu mengakomodasi kepentingan seluruh pemangku kepentingan.

"Di situ nanti akan ada formula yang mengakomodasi seluruh stakeholder kepentingan bangsa ini. Itu langkah mem-follow up kemarin dari Pak Presiden mengumpulkan 2.600 para akademisi dan rektor," ujarnya.

Sementara itu, Ketua MRPTNI, Eduart Wolok mengatakan diskusi yang berlangsung hampir lima jam itu membahas lima isu strategis nasional sebagai tindak lanjut Sarasehan Kebangsaan.

Kelima isu tersebut meliputi sektor kesehatan, ketahanan pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tata kelola PTN, pembiayaan pendidikan tinggi yang berkeadilan, serta riset rute peradaban Nusantara.

"Diskusi kita berbagai macam isu, tema, dan pemikiran, gagasan yang semuanya bagaimana kita kembangkan, kita angkat selain untuk meningkatkan kapasitas kapabilitas PTN, tapi merespons isu-isu persoalan bangsa hari ini dan bagaimana PTN bisa mengambil peran sesuai fungsinya untuk memberikan kontribusi demi kesuksesan program-program ini," kata Eduart.

Topik Menarik