Apresiasi Pasar Murah Pemprov Jatim, Perindo Dorong Penguatan UMKM
SURABAYA, iNews.id - Pengendalian harga pangan mampu memberikan ruang napas bagi masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Namun, manfaatnya dinilai akan lebih berkelanjutan apabila diikuti kebijakan yang memperkuat kapasitas masyarakat untuk berproduksi, berusaha, dan memperoleh pendapatan yang lebih baik.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah ke-84 di halaman Kantor Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (19/07/2026). Program tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi melalui penjualan bahan pokok bersubsidi sekaligus pemberdayaan UMKM lewat pembinaan, kurasi produk, dan perluasan akses pasar.
Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur, Ahmad Zazuli yang kerap disapa Cak Jaz mengapresiasi konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan Pasar Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap bahan pangan dengan harga yang terjangkau.
"Pasar murah merupakan langkah yang patut diapresiasi karena memberikan perlindungan terhadap daya beli masyarakat. Kehadiran pemerintah melalui intervensi harga menjadi penting agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi," kata Cak Jaz dalam keterangannya, Rabu (22/7/26).
Meski demikian, dia menilai penguatan ekonomi rakyat tidak boleh berhenti pada stabilisasi harga.
Menurutnya, program tersebut perlu menjadi pintu masuk untuk memperkuat produktivitas UMKM, petani, dan pelaku usaha lokal agar masyarakat memperoleh manfaat tidak hanya sebagai pembeli, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi yang menghasilkan pendapatan.
"Yang perlu dibangun adalah kemandirian ekonomi rakyat. UMKM, petani, dan pelaku usaha lokal harus terus diperkuat agar masyarakat bukan hanya mendapatkan harga yang terjangkau, tetapi juga memiliki pendapatan yang terus meningkat melalui aktivitas ekonomi yang produktif," ujarnya.
Cak Jaz juga menilai masih lemahnya sektor ekonomi menuntut terobosan yang mampu membuka lebih banyak peluang kerja. Dia mendorong pemerintah menghadirkan program yang menjembatani masyarakat dengan dunia kerja melalui peningkatan keterampilan dan pengalaman kerja.
"Perlu ada terobosan yang lebih konkret dalam membuka peluang kerja melalui program magang bagi anak putus sekolah maupun lulusan baru. Pelatihan usaha rumahan bagi ibu rumah tangga juga perlu diperkuat, termasuk mengoptimalkan potensi BUMD sebagai ruang magang dan pembelajaran agar masyarakat memiliki keterampilan yang dapat memperkuat kemandirian ekonomi," katanya.
Menurut Cak Jaz, pengendalian inflasi, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja merupakan tiga kebijakan yang saling melengkapi. Dia meyakini sinergi tersebut akan membuat program seperti Pasar Murah tidak hanya menjaga daya beli masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi rakyat secara berkelanjutan.










