Cerita Sudaryono Ditelepon Seskab Teddy Jelang Dilantik Jadi Kepala BGN Sore Ini

Cerita Sudaryono Ditelepon Seskab Teddy Jelang Dilantik Jadi Kepala BGN Sore Ini

Terkini | inews | Rabu, 22 Juli 2026 - 13:29
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mengonfirmasi terkait kabar penunjukan dirinya menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dia akan mengisi posisi yang ditinggalkan Nanik S Deyang.

Sudaryono mengaku telah menerima informasi tersebut melalui sambungan telepon dari Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. Dalam percakapan tersebut disampaikan pelantikan dijadwalkan berlangsung pada, Rabu (22/7/2026) sore.

"Saya tadi ditelepon oleh Pak Teddy, untuk nanti sore ada pelantikan ya, jadi betul (penunjukan kepala BGN)," kata Sudaryono saat dijumpai di Kantor Kementan, Jakarta Selatan.

Dia menambahkan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi juga telah mengumumkan secara resmi penunjukannya sebagai Kepala BGN.

"Dan tadi juga Pak Mensesneg sudah memberikan keterangan pers bahwa saya ditunjuk oleh Presiden untuk kemudian menggantikan Bu Nanik yang mengundurkan diri karena faktor kesehatan," katanya.

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan Presiden Prabowo telah menunjuk Sudaryono untuk memimpin BGN. Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah Nanik S Deyang mengajukan pengunduran diri.

"Presiden memutuskan mengganti Kepala BGN adalah beliau Pak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Prasetyo menjelaskan, pemerintah telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menetapkan pengganti Nanik. Ia menilai proses mencari sosok yang tepat untuk memimpin BGN bukanlah perkara mudah.

"Ada dinamika baru di mana Kepala BGN mengundurkan diri. Sekali lagi, bukan suatu yang mudah mencari pengganti," ujarnya.

Kabar pergantian pucuk pimpinan BGN sebelumnya telah beredar setelah Nanik S Deyang mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun media sosial pribadinya.

Dalam unggahannya, Nanik menyampaikan bahwa dia harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri sehingga memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat," tulis Nanik.

Dia menegaskan, keputusan menjalani pengobatan di luar negeri bukan karena meragukan kualitas tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan pendapat medis kedua (second opinion).

"Ini bukan karena tidak percaya dokter yg hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," tuturnya.

Topik Menarik