52 Warga Tanggamus Diduga Keracunan Bubur Sumsum, Posko Kesehatan Darurat Dibuka
TANGGAMUS, iNews.id - Sebanyak 52 warga di Kabupaten Tanggamus, Lampung, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi bubur sumsum yang dijual pedagang keliling. Para korban mengalami pusing, mual, muntah, diare hingga demam.
Korban terdiri atas 49 warga Pekon Dadimulyo dan tiga orang asal Pekon Banyurip, Kecamatan Wonosobo. Sebagian warga harus mendapat perawatan di puskesmas setelah keluhan muncul beberapa jam usai menyantap bubur tersebut.
Kepala Pekon Dadimulyo Sukadi membenarkan adanya puluhan warga yang mengalami gejala serupa.
"Benar, ada sekitar 49 warga Dadimulyo dan 3 warga Banyurip yang mengalami pusing, mual, muntah, diare, dan demam," ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Bubur sumsum tersebut dijual pedagang keliling berinisial J yang telah berjualan di wilayah itu selama lebih dari 10 tahun. Warga membeli makanan tersebut pada siang hari sebelum mulai merasakan keluhan beberapa jam kemudian.
Sejumlah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sanggi dan Puskesmas Wonosobo. Beberapa di antaranya yakni Rini Septiana (14), Wagiyem (66), Nurmaini (44), dan Yeni Anggraini (26).
Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus langsung mengerahkan tim medis untuk memberikan pertolongan, mendata korban, serta melakukan penyelidikan epidemiologi.
"Kami sudah menurunkan tim ke lokasi untuk menyisir dan mendata korban, serta memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan medis secepatnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus dr Hernov.
Petugas telah mengambil sampel bubur sumsum dan bahan mentah yang digunakan pedagang. Sampel tersebut akan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Lampung untuk mengetahui penyebab pasti keluhan puluhan warga.
"Sampel bahan mentah dan bubur sudah kami ambil dan segera dikirim ke Labkesda Provinsi Lampung untuk dilakukan uji laboratorium," katanya.
Kepala Puskesmas Banjar Negoro juga membuka posko kesehatan darurat. Tim kesehatan dikerahkan melakukan penyisiran dari rumah ke rumah untuk menemukan kemungkinan korban lain dan memantau kondisi warga yang telah mengalami gejala.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih melakukan pendataan. Belum dapat dipastikan apakah keluhan para warga disebabkan kontaminasi pada bubur sumsum atau faktor lain karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Warga yang sempat mengonsumsi bubur tersebut diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami pusing, mual, muntah, diare, atau demam.










