Happy Salma Salut Banyak Seniman Indonesia Berkarya karena Cinta Tradisi
JAKARTA, iNews.id – Aktris sekaligus pendiri Titimangsa, Happy Salma, mengaku terkesan dengan dedikasi para pegiat seni di Indonesia yang terus berkarya dengan penuh konsistensi demi menjaga warisan budaya. Menurutnya, semangat para seniman lahir dari kecintaan terhadap tradisi, bukan semata-mata mengejar keuntungan.
Pengalaman itu Happy Salma rasakan saat Titimangsa dipercaya menjadi mitra pelaksana dalam program pendampingan sanggar seni yang bertujuan memperkuat ekosistem seni pertunjukan di Indonesia.
"Senang sekali dapat berkolaborasi dalam program ini. Kolaborasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Titimangsa. Kami bertemu dengan banyak pegiat seni yang bekerja dengan penuh konsistensi dan kecintaan terhadap tradisi," ujar Happy Salma dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Happy, di balik berbagai tantangan yang dihadapi komunitas seni, mulai dari keterbatasan pendanaan hingga minimnya pendampingan, masih banyak pelaku seni yang tetap berkomitmen menjaga budaya Indonesia melalui karya-karya mereka.
Dia menilai, para seniman dan pengelola sanggar membutuhkan ruang untuk saling belajar dan bertukar pengalaman agar mampu berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan akar budaya.
"Harapan kami, sanggar yang terpilih dapat menjadikan program ini sebagai kesempatan untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan gagasan baru, dan semakin yakin melangkah dalam perjalanan berkesenian mereka," katanya.
Happy juga menilai kolaborasi menjadi salah satu kunci penting untuk menciptakan ekosistem seni pertunjukan yang sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan kapasitas organisasi sama pentingnya dengan peningkatan kualitas karya seni agar sanggar mampu bertahan dalam jangka panjang.
Dalam program tersebut, Citra Art Studio menjadi sanggar pertama yang terpilih untuk mendapatkan pendampingan intensif. Sanggar yang berdiri sejak 2006 itu dikenal aktif mengembangkan tari kontemporer, tari tradisi, hingga kreasi Nusantara, serta kerap tampil dalam berbagai festival seni di dalam maupun luar negeri.
Desain Jersey dan Jaket G-Dragon Tuai Pujian di World Cup 2026, Dipakai Pemain Timnas Korsel
Sementara itu, Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, berharap program pendampingan tersebut dapat membantu sanggar seni memperluas peluang sekaligus memperkuat keberlanjutan organisasi.
"Kami berharap sanggar yang terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk mengembangkan potensi, memperluas peluang, dan memperkuat keberlanjutan sanggar. Pendampingan yang kami berikan diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk terus bertumbuh dan menjangkau audiens yang lebih luas," ujar Hera.
Program pendampingan tersebut berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama berupa asesmen dan pemetaan komunitas seni untuk mengidentifikasi sanggar yang memiliki potensi berkembang. Selanjutnya, sanggar terpilih akan mengikuti pendampingan intensif yang mencakup penguatan kualitas artistik, kapasitas organisasi, hingga pengembangan karya pertunjukan.
Proses seleksi diawali dengan penilaian terhadap 10 kandidat sanggar oleh maestro tari tradisi Elly Luthan dan aktor sekaligus pelaku seni Joned Suryatmoko. Dari hasil evaluasi, lima sanggar terbaik kemudian mempresentasikan program mereka di hadapan panelis yang terdiri dari Happy Salma, akademisi seni pertunjukan Nungki Kusumastuti, produser Teater Koma Sari Madjid, serta budayawan dan dalang Nanang Hape.
Nungki Kusumastuti berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh sanggar yang terpilih untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menyiapkan langkah menuju kemandirian.
"Terpilih sebagai Sanggar Bakti BCA tentu menjadi sebuah pencapaian sekaligus tanggung jawab. Saya berharap sanggar yang terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk semakin memperkuat pengelolaan sanggar, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan menyiapkan langkah-langkah agar sanggar dapat terus tumbuh secara mandiri. Terlepas dari itu, saya ucapkan selamat karena sudah terpilih," kata Nungki.
Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem seni pertunjukan Indonesia, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi sanggar seni untuk terus melahirkan karya, mencetak generasi penerus, dan menjaga kelestarian budaya Nusantara di tengah perkembangan zaman.










