Ngawur, Menteri Zionis Ini Klaim Gaza Milik Israel Sesuai Hukum Internasional
TEL AVIV, iNews.id - Menteri Permukiman Israel Orit Strock menuai kecaman setelah mengeklaim Jalur Gaza merupakan bagian dari Israel, bahkan dianggap sesuai dengan hukum internasional. Pernyataan kontroversial itu disampaikannya sembari menyerukan pembangunan kembali permukiman Yahudi di wilayah Gaza.
Menurut Strock, Gaza merupakan bagian dari Tanah Israel bukan hanya berdasarkan kitab Taurat dan Halakha, tapi juga menurut hukum internasional.
Namun, klaim tersebut bertentangan dengan pandangan hukum internasional. Jalur Gaza secara luas diakui sebagai bagian dari wilayah Palestina yang diduduki, sementara permukiman Israel di wilayah Palestina dinilai tidak memiliki dasar hukum yang sah serta melanggar hukum internasional dan berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Strock, yang dikenal sebagai politikus sayap kanan radikal, mengatakan orang Yahudi harus kembali tinggal di Jalur Gaza. Dia juga menegaskan tuntutan untuk membangun kembali permukiman Yahudi di wilayah tersebut merupakan langkah yang tepat.
“Orang Yahudi harus tinggal di Jalur Gaza. Tuntutan untuk membangun kembali permukiman Yahudi adalah tuntutan yang tepat,” kata Strock, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah Israel, KAN, dikutip Rabu (22/7/2026).
Pernyataan Strock disampaikan sehari setelah para menteri sayap kanan Israel bersama ribuan warga Yahudi menggelar pawai menuju perbatasan Gaza melalui zona militer tertutup. Aksi itu bertujuan menunjukkan dukungan terhadap pembangunan kembali permukiman Yahudi di wilayah tersebut.
Sejumlah tokoh yang ikut dalam pawai itu antara lain Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, serta para politisi dari Partai Likud. Menurut kelompok pendudukan Nachala selaku penyelenggara, sebanyak 28 menteri dan anggota parlemen dari koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu turut menghadiri kegiatan tersebut.
Ben Gvir juga mengunggah video di akun X dengan judul "Gaza Kita". Dalam unggahannya, dia menyatakan Israel kini menguasai sekitar 70 persen Jalur Gaza dan menegaskan keyakinannya bahwa permukiman Yahudi akan dibangun di seluruh wilayah tersebut.
"Jika mereka mengatakan 3 tahun lalu bahwa kita akan mengendalikan 70 persen Jalur Gaza, tidak seorang pun akan memercayainya. Itulah mengapa saya katakan hari ini akan ada permukiman Yahudi di seluruh Gaza, dan kita akan mendorong perpindahan," tulis Ben Gvir.
Surat kabar The Times of Israel melaporkan, pawai tersebut digelar untuk memperingati 21 tahun evakuasi pemukim Yahudi dari blok Gush Katif di Jalur Gaza.










