PLN Dorong Pemprov DKI Adopsi Bus Hidrogen untuk Armada Transjakarta 

PLN Dorong Pemprov DKI Adopsi Bus Hidrogen untuk Armada Transjakarta 

Terkini | inews | Selasa, 21 Juli 2026 - 15:41
share

JAKARTA, iNews.id - PT PLN (Persero) bersama PT Pertamina (Persero) mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengadopsi bus berbahan bakar hidrogen sebagai armada Transjakarta. 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyebut, langkah ini dinilai dapat menjadi titik awal pengembangan ekosistem transportasi hidrogen di Indonesia, mengingat infrastruktur pengisian bahan bakar hidrogen dan pasokannya telah tersedia.

Adapun, PLN saat ini memiliki kelebihan produksi hidrogen yang dapat dimanfaatkan untuk sektor transportasi. Hidrogen tersebut merupakan produk sampingan dari operasional pembangkit listrik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

"Produksi hidrogen kami sekitar 203 ton per tahun. Dari jumlah itu, hanya sekitar 75 ton yang dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional pembangkit. Sisanya sekitar 130 ton per tahun merupakan surplus yang bisa dimanfaatkan," ucap Darmawan dalam acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Darmawan menambahkan, PLN bersama Pertamina telah menyiapkan rantai pasok hidrogen dengan memanfaatkan kelebihan produksi tersebut. Bahkan, stasiun pengisian hidrogen atau Hydrogen Refueling Station (HRS) telah dibangun dan siap beroperasi.

"Hydrogen refueling station sudah ada dan siap dipakai. Hidrogennya juga sudah tersedia. Yang belum ada justru kendaraan atau bus hidrogennya," kata dia.

Dia menyebut, PLN dan Pertamina telah berdiskusi mengenai penyediaan armada bus hidrogen. Sejumlah produsen kendaraan dari Jepang, Jerman, hingga China disebut telah memiliki teknologi bus hidrogen yang siap digunakan.

"Barangkali Bapak (Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia) bisa melobi ke Gubernur DKI begitu, Transjakarta (pakai bus hidrogen)," ucapnya.

Dia menegaskan, PLN dan Pertamina siap berkolaborasi menyediakan infrastruktur, pasokan hidrogen, hingga mendukung pengoperasian armada hidrogen apabila mendapat dukungan dari pemerintah.

"Nanti Pertamina dan PLN bersama-sama menyediakan rantai pasoknya. Refueling station sudah ada, hidrogennya sudah ada. Tinggal menghadirkan bus hidrogen sehingga kita bisa membangun transportasi berbasis hidrogen secara bersama-sama," tuturnya.

Selain untuk sektor transportasi, Darmawan mengatakan hidrogen juga memiliki peran penting sebagai media penyimpanan energi (energy storage) dalam mendukung sistem kelistrikan nasional dan transisi menuju energi bersih.

Menurutnya, teknologi hidrogen juga telah mulai diterapkan PLN dalam mendukung program dedieselisasi atau pengurangan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

"Hidrogen akan menjadi salah satu moda energy storage yang sangat penting ke depan. Kami meyakini hidrogen akan menjadi salah satu solusi utama dalam mendukung transisi energi di Indonesia," ucap Darmawan.

Topik Menarik