Danantara Pilih 8 Mitra Pengolah Sampah Jadi Listrik

Danantara Pilih 8 Mitra Pengolah Sampah Jadi Listrik

Terkini | inews | Selasa, 21 Juli 2026 - 12:10
share

JAKARTA, iNews.id – Danantara Investment Management (DIM) membawa delapan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) ke tahap implementasi setelah menyerahkan Conditional Letter of Award (CLoA) kepada delapan mitra terpilih. Proyek tersebut mencakup delapan kawasan yang tersebar di 20 kabupaten dan kota di Indonesia.

Menurut Chief Investment Officer Danantara InDanndonesia, Pandu Sjahrir, proses seleksi mitra dilakukan secara disiplin dengan mengikuti mekanisme yang telah ditentukan sejak awal. Dia berharap seluruh mitra dapat memenuhi target pelaksanaan proyek sekaligus menjaga penerapan tata kelola yang baik.

"Proses seleksi mitra yang dijalankan DIM dan Denera dilaksanakan secara disiplin sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Kami berharap seluruh Mitra untuk dapat memenuhi target yang telah sepakati serta menerapkan standar tata kelola yang baik dalam pelaksanaannya," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).

Delapan proyek PSEL itu menjadi bagian dari langkah pengembangan pengolahan sampah menjadi energi secara nasional. Setelah memperoleh CLoA, para mitra terpilih akan melanjutkan proses menuju Final Letter of Award (FLoA) sebelum memasuki tahap pembangunan proyek.

Delapan mitra yang terpilih meliputi Nusantara Energi Hijau Consortium (BGE Sentosa Utama) untuk proyek Medan Raya, Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) di Kabupaten Bekasi, Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) di Lampung Raya, serta Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE) untuk Serang Raya.

Kemudian, Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd. (Veolia) dipercaya menggarap proyek Semarang Raya. Ada pula Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) untuk Surabaya Raya, MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) di Bogor Raya 2, serta Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) untuk Yogyakarta Raya. Khusus proyek Medan Raya, mitra terpilih ditetapkan melalui mekanisme mitra cadangan sesuai ketentuan seleksi yang telah ditentukan sejak awal.

Setelah CLoA diterbitkan, para mitra akan menjalani sejumlah tahapan lanjutan. Penyusunan feasibility study ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026, kemudian dilanjutkan dengan proses perizinan dan serah terima lahan.

Tahapan pembangunan ditargetkan mulai memasuki fase groundbreaking pada Desember 2026 hingga Januari 2027. Jika mitra terpilih tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan, penunjukan dapat dialihkan kepada mitra cadangan atau dilakukan proses penawaran ulang.

Proses seleksi delapan mitra PSEL tahap kedua tersebut diselesaikan DIM dalam waktu kurang dari tujuh pekan. Dari proses itu, sebanyak 68 proposal diterima dari 85 penyedia terverifikasi yang berasal dari tujuh negara, yakni Indonesia, Tiongkok, Jepang, Prancis, India, Korea Selatan, dan Singapura.

Dari delapan mitra yang ditetapkan, empat di antaranya merupakan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia. Seleksi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan ekosistem pengolahan sampah menjadi energi di berbagai wilayah.

Program PSEL tahap kedua melanjutkan pengembangan proyek yang sebelumnya sudah berjalan. Pada tahap pertama, pembangunan PSEL Bali telah diresmikan, sedangkan proyek PSEL Kota Bekasi dan Bogor Raya dijadwalkan segera memasuki fase pembangunan.

Topik Menarik