Garda Revolusi Iran Sudah di Yaman, Siap Blokade Laut Merah
DUBAI, iNews.id - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan telah berada di Yaman untuk mengawasi rencana penutupan Laut Merah jika Amerika Serikat (AS) terus menyerang pembangkit listrik Iran. Kehadiran perwakilan IRGC disebut akan menentukan kapan Selat Bab Al Mandab, pintu masuk menuju Laut Merah, ditutup.
Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik serta jembatan di Iran pekan depan apabila Teheran menolak kembali ke meja perundingan.
Mengutip laporan Reuters, tiga sumber pejabat, terdiri atas dua dari Iran dan satu dari salah satu negara Arab, mengatakan rencana penutupan jalur pelayaran strategis itu telah dibahas di tingkat kepemimpinan Iran. Pesan tersebut juga telah disampaikan kepada kelompok Houthi di Yaman dan diterima oleh mereka.
Seorang sumber pejabat di kawasan yang dekat dengan Houthi mengatakan kelompok tersebut telah merampungkan persiapan untuk menyerang kapal-kapal dengan mengerahkan rudal dan drone di sekitar Selat Bab Al Mandab, tepatnya di dataran tinggi Yaman yang menghadap Hodeidah dan Teluk Aden. Mereka kini hanya menunggu perintah untuk memulai operasi.
Sumber yang sama menambahkan, perwakilan IRGC yang sudah berada di Yaman akan memberikan keputusan mengenai waktu penutupan Selat Bab Al Mandab.
Ancaman terhadap Laut Merah dan Selat Bab Al Mandab dinilai berpotensi memperburuk krisis energi global yang telah dipicu oleh penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama perdagangan dan pengiriman energi dunia.
Jika Houthi melancarkan serangan terhadap kapal atau pelabuhan di Laut Merah, dua jalur utama ekspor minyak Timur Tengah diperkirakan akan terganggu. Kondisi itu juga berpotensi membuka front baru dalam konflik AS-Iran serta memperluas dampaknya terhadap perekonomian global.
Teranyar, Houthi mengumunkan pada Senin (20/7/2026), bersiap memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Namun belum pasti jenis blokade tersebut, apakah menyerang atau menggagalkan setiap kapal Saudi atau benar-benar menutup aksesnya keluar dan masuk.









