Bukan Cuma Makanan, Ade Rai Sebut Informasi Sehari-hari Ikut Menentukan Kesehatan Mental
JAKARTA, iNews.id - Kesehatan mental kini menjadi salah satu isu yang banyak mendapat perhatian, terutama di kalangan generasi muda. Berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan semester I 2026, gangguan kesehatan mental mulai banyak ditemukan pada kelompok usia SMP dan meningkat pada usia SMA.
Melihat fenomena tersebut, binaragawan sekaligus pakar kesehatan Ade Rai membagikan pandangannya mengenai faktor yang dapat memengaruhi kondisi mental seseorang. Menurutnya, kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan beban pikiran atau tekanan hidup, tetapi juga dipengaruhi oleh informasi yang dikonsumsi setiap hari.
Dalam sebuah klip video podcast di kanal YouTube Allifa Media Official yang diunggah kembali melalui akun Instagram pribadinya, Ade Rai menjelaskan bahwa pikiran manusia memiliki "asupan" seperti halnya tubuh yang membutuhkan nutrisi.
Dia mengibaratkan tubuh dan pikiran sama-sama terbentuk dari apa yang masuk ke dalamnya. Jika tubuh dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, maka pikiran dipengaruhi oleh data dan informasi yang diterima melalui pancaindra.
"Badan kita adalah akumulasi daripada apa yang kita masukkan ke dalam mulut kita, itu namanya nutrisi. Jadi kalau salah makan, ya kita jadi mencret. Kalau benar makan, kita jadi kuat, misalnya seperti itu. Nah, pikiran kita juga sama, adalah akumulasi daripada apa yang kita makan," kata Ade Rai, dikutip Sabtu (18/7/2026).
Menurut Ade Rai, perbedaan antara makanan tubuh dan makanan pikiran hanya terletak pada jalur masuknya. Jika makanan fisik masuk melalui mulut, maka informasi masuk melalui apa yang dilihat, didengar, dan disaksikan seseorang setiap hari.
"Nah cuma, kalau makanan nutrisi kita masukkan melalui mulut, nah kalau misalnya isi pikiran kita, itu namanya bukan nutrisi, tapi namanya data dan informasi. Nah kita masukkannya melalui apa? bukan melalui mulut, melalui panca indra. Jadi apa yang kita dengar, apa yang kita saksikan, apa yang apa, itu jadi makanan pikiran kita," ujarnya.
Ade Rai menilai perkembangan teknologi dan media sosial membuat masyarakat kini lebih mudah menerima berbagai macam informasi dalam jumlah besar. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan karena tidak semua informasi yang dikonsumsi memberikan dampak positif bagi kondisi psikologis.
Dia menyebut informasi yang negatif atau melemahkan dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Sama seperti makanan yang tidak sehat dapat mengganggu kondisi fisik, informasi yang buruk juga dapat berdampak pada kondisi pikiran.
"Bisa gak ada salah makan dalam arti data dan informasi? Bisa. Nah makanya ketika salah makan dalam hal mulut, terjadi namanya diare secara fisikalitas. Nah kalau kita salah makan secara pikiran, data dan informasinya melemahkan, maka terjadi yang namanya diare secara mentalitas, atau yang dikenal dengan namanya mencret secara mental, yang hari ini dikenal yang namanya mental illness gitu," katanya.
Melalui pandangannya tersebut, Ade Rai mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih informasi yang dikonsumsi setiap hari. Sebab, menurut dia, apa yang masuk ke dalam pikiran turut membentuk cara seseorang melihat dunia dan merespons berbagai kondisi dalam kehidupan.










