Anak Menolak Disuapi, Dokter Ungkap Kesalahpahaman Orang Tua saat MPASI

Anak Menolak Disuapi, Dokter Ungkap Kesalahpahaman Orang Tua saat MPASI

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:13
share

JAKARTA, iNews.id – Metode pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) terus berkembang, salah satunya Baby Led Weaning (BLW) yang belakangan semakin populer di kalangan orang tua. Namun, masih banyak masyarakat yang salah memahami konsep BLW, terutama ketika anak tiba-tiba menolak disuapi saat masa MPASI.

Dokter Spesialis Anak, dr Lucky Yoga Satria, menjelaskan anak yang menolak disuapi di tengah proses MPASI bukan berarti sedang menerapkan BLW. Menurutnya, BLW adalah metode di mana bayi sejak awal makan tidak pernah disuapi dan langsung makan sendiri menggunakan finger food.

“Oke dari kemarin sebetulnya banyak yang salah ngira masalah tentang BLW. Ada yang bilang bahwa, 'Kok anak saya udah nggak mau disuapin, Dok, maunya BLW?' Eh, salah. Konsepnya gini, BLW itu adalah Baby Lead Weaning, artinya anaknya yang mengarahkan bagaimana cara makan. Weaning kan MPASI. Nah, itu konsepnya berarti anaknya tidak diberikan suapan dari awal. Jadi dari awal mulai makan itu anaknya sudah makan sendiri, megang langsung finger food,” kata dr Lucky, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Dia menjelaskan, metode BLW justru tidak direkomendasikan secara medis. Alasannya, tidak semua makanan, terutama sumber protein yang kaya zat besi, dapat diberikan dalam bentuk finger food sehingga berisiko menyebabkan kebutuhan nutrisi bayi tidak terpenuhi.

“BLW ini sebenarnya tidak direkomendasikan, karena tidak semuanya protein itu bisa di-BLW-kan. Jadi lebih sering anaknya kekurangan zat besi, lebih sering anaknya tersedak dan lebih sering nggak tercukupi kebutuhan nutrisinya," katanya.

Lebih lanjut, dr Lucky menerangkan bahwa bayi yang mulai menolak disuapi setelah sebelumnya terbiasa disuapi merupakan bagian dari perkembangan kemampuan motorik. Kondisi tersebut termasuk penerapan feeding rules, khususnya konsep responsive feeding, bukan BLW.

Menurutnya, pada usia enam bulan bayi memang umumnya masih membutuhkan bantuan saat makan. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan menggenggam makanan dan memasukkannya ke mulut akan berkembang sehingga bayi ingin melakukannya sendiri.

"Kenapa didorong untuk makan sendiri? Karena kemampuan makan itu akan meningkat. Ketika enam bulan baru mulai makan, mungkin anaknya belum siap untuk makan sendiri. Megang masih susah, masukin ke dalam mulut masih susah, maka dibantu dengan suap. Tapi kan kemampuannya meningkat, makin lama dia makin jago. Ketika anaknya sudah bisa megang makanan, masukin ke dalam mulut, maka pasti itu kemampuannya itu pengen digunain sama anaknya. Anaknya pengen megang sendiri, orang tuanya malah masih maksa buat nyuapin, anaknya akan nolak," jelas dr Lucky.

Karena itu, dia mengimbau orang tua tidak panik ketika anak mulai ingin makan sendiri. Orang tua justru disarankan memberi kesempatan kepada anak untuk melatih kemampuan makan mandiri, meski prosesnya membuat meja makan menjadi lebih berantakan.

“Salah satunya feeding rules itu adalah dorong anak untuk makan sendiri. Tapi itu bukan BLW, itu namanya feeding rules, responsive feeding. BLW dari awal nggak pernah disuapin. Jadi lihat nih, kalau anaknya udah bisa nyobain megang-megang makanan, maka kasih kesempatan. Berantakan ya nggak apa-apa, ya namanya juga belajar. Ingat, kemampuan anak harus diasah, harus diberikan kesempatan," katanya.

Topik Menarik