BMKG: Musim Kemarau Makin Meluas tapi Hujan Lokal Masih Berpotensi Terjadi
JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia. Meski demikian, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi secara lokal akibat pengaruh dinamika atmosfer.
Berdasarkan analisis BMKG, hingga Dasarian I Juli 2026, musim kemarau telah berlangsung di 423 Zona Musim atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia. Kondisi tersebut didominasi curah hujan rendah yang mencakup 72,38 persen wilayah, sejalan dengan menguatnya fenomena El Nino.
Meski demikian, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial masih berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di beberapa daerah, terutama di wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
"Sehingga mampu meningkatkan potensi hujan di wilayah tersebut," bunyi keterangan resmi BMKG, Sabtu (18/7/2026).
Ali Ngabalin Sesalkan Kisruh Diskusi di UGM: Harusnya Jadi Ruang Dialog, Bukan Tanpa Konklusi
Untuk periode 18-23 Juli 2026, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta beberapa wilayah Papua.
Selain itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang di sejumlah daerah, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Papua Barat dan Banten pada periode 20-23 Juli.
BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai dampak musim kemarau, seperti suhu udara yang lebih panas, kekeringan, serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Meskipun musim kemarau semakin dominan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal," kata BMKG.
Ada Haul Akbar Ulama Betawi di Monas Hari Ini, Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Karena itu, masyarakat diminta tetap berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir saat terjadi cuaca buruk. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.










