Anggota DPRD Riau Baku Hantam saat Bahas Anggaran, Sejumlah Orang Luka-luka

Anggota DPRD Riau Baku Hantam saat Bahas Anggaran, Sejumlah Orang Luka-luka

Nasional | inews | Jum'at, 17 Juli 2026 - 13:58
share

PEKANBARU, iNews.id – Rapat di Kantor DPRD Provinsi Riau berujung ricuh setelah dua anggota dewan terlibat adu mulut, Kamis (16/7/2026). Ketegangan kemudian merembet ke luar ruang rapat hingga puluhan orang diduga dari dua kubu anggota DPRD tersebut terlibat aksi saling dorong hingga baku hantam.

Keributan terjadi di gedung DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru. Sejumlah fasilitas kantor ikut digunakan sebagai alat saling lempar dalam bentrokan tersebut.

Beberapa orang mengalami luka-luka, termasuk petugas keamanan DPRD Riau yang berusaha melerai. Aparat dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru kemudian diterjunkan untuk mengamankan lokasi dan meredakan situasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan bermula ketika Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet bersitegang dalam rapat Badan Anggaran atau Banggar.

Keduanya terlibat adu mulut dan saling menggebrak meja saat pembahasan berlangsung. Tidak lama kemudian, puluhan orang yang diduga berasal dari kelompok pendukung masing-masing mulai memasuki area gedung.

Ketika kedua kelompok bertemu di koridor, situasi kembali memanas. Belum diketahui secara pasti pihak yang memulai pemukulan, tetapi aksi saling serang dengan cepat melibatkan banyak orang.

Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet diketahui sama-sama merupakan politikus Partai Golkar. Hingga kini belum ada penjelasan dari keduanya mengenai penyebab perselisihan dan kehadiran kelompok pendukung di gedung DPRD Riau.

Kericuhan tersebut mendapat sorotan warga karena terjadi di gedung lembaga perwakilan rakyat dan berlangsung ketika para legislator membahas anggaran.

"Ini sangat memalukan. Apalagi terjadi di gedung dewan. Bawa-bawa geng masing-masing. Macam preman saja," ucap Asnol (55) warga Jalan Uka, Panam, Pekanbaru kepada iNews Pekanbaru, Jumat (17/7/2026).

Warga lainnya, Widiarso, menilai anggota dewan seharusnya memberikan contoh baik kepada masyarakat.

"Mereka seharusnya memberi contoh yang baik, semua fasilitas sudah dibiayai rakyat. Kita juga tidak tahu mereka membahas untuk kepentingan rakyat atau kepentingan individu dan golongan saja. Menyesal kita memilih wakil-wakil kita seperti itu," ucap Widiarso, warga Kulim, Pekanbaru.

Kritik serupa disampaikan Anggi Ramadan, warga Kabupaten Bengkalis. Dia menyamakan keributan tersebut dengan perkelahian antarpelajar.

"Ini kayak anak-anak sekolah yang suka tawuran saja, padahal umur sudah tua-tua, tapi perangai seperti anak kecil. Bawa-bawa geng masing-masing lagi. Memalukan," ucapnya.

Topik Menarik