Jangan Asal Taruh Makanan di Piring Plastik, Ini Bahayanya Kerap Tak Disadari
JAKARTA, iNews.id - Menyantap bakso, soto, mi instan, atau gorengan hangat di atas piring plastik sudah menjadi kebiasaan banyak masyarakat. Namun, kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila dilakukan secara sembarangan.
Praktisi bisnis lingkungan sekaligus konten kreator, Bang Sap, mengingatkan bahwa piring plastik maupun melamin tidak selalu aman digunakan untuk menyajikan makanan panas. Risiko utamanya bukan karena piring meleleh, melainkan adanya perpindahan zat kimia dari wadah ke makanan.
"Piring plastik atau melamin yang sering kita pakai buat makan di rumah, ternyata enggak selalu aman. Kita mikirnya kan selama piringnya enggak meleleh, enggak bau, dan masih kelihatan bagus, berarti aman-aman aja. Padahal masalahnya ada di zat yang bisa berpindah ke dalam makanan," kata Bang Sap, dikutip Jumat (17/7/2026).
Dia menjelaskan, piring plastik dan melamin memang dibuat dari bahan yang berbeda. Namun, keduanya memiliki risiko serupa ketika digunakan untuk makanan yang sangat panas, berminyak, atau bersifat asam.
"Ketika terkena panas, minyak, atau makanan asam, sebagian senyawa dari materialnya bisa berpindah ke makanan. Proses ini namanya migrasi bahan kimia. Semakin panas dan semakin lama kontak makanannya, peluang berpindahnya zat dari piring ke makanan bisa semakin meningkat," ujarnya.
Menurut Bang Sap, pada peralatan makan berbahan melamin terdapat potensi migrasi senyawa melamin dan formaldehida. Sementara pada piring plastik, risiko yang perlu diwaspadai adalah berpindahnya zat aditif plastik serta kemungkinan pelepasan partikel mikroplastik.
"Pada melamin, yang jadi perhatian adalah kemungkinan migrasi melamin dan formaldehida. Sedangkan pada plastik, risikonya berupa migrasi aditif plastik dan pelepasan partikel mikroplastik," katanya.
Peringatan serupa juga disampaikan oleh Otoritas pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat itu menyebut peralatan makan berbahan melamin tidak dianjurkan digunakan untuk memanaskan makanan di microwave. Paparan suhu tinggi, terutama pada makanan yang sangat panas atau asam, dapat meningkatkan migrasi senyawa dari wadah ke makanan.
Karena itu, Bang Sap mengimbau masyarakat lebih cermat memilih peralatan makan. Jika tetap menggunakan piring plastik atau melamin, pastikan produk tersebut memiliki label food grade atau memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, segera ganti wadah yang permukaannya mulai retak, tergores, atau rusak.
"Kalau mau pakai plastik atau melamin, pastikan ada label food grade atau SNI-nya dan segera ganti kalau permukaannya sudah rusak. Tapi kalau mau yang lebih aman, bisa pakai bahan dari keramik, kaca, atau stainless steel food grade," katanya.










