Update Ledakan Bom PD II di Biak Numfor, 9 Korban Tewas Teridentifikasi
BIAK, iNews.id – Kepolisian Daerah (Polda) Papua merilis perkembangan terbaru terkait tragedi ledakan bom maut sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Insiden ledakan dahsyat yang terjadi di kawasan permukiman warga tersebut dikonfirmasi merenggut nyawa 9 orang dan menyebabkan 6 orang lainnya luka-luka.
Proses investigasi dan pengungkapan identitas para korban memakan waktu cukup lama karena kondisi jasad yang terdampak langsung oleh material bahan peledak militer dengan daya hancur tinggi.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa seluruh rangkaian identifikasi korban terpaksa dilakukan secara ilmiah melalui metode Disaster Victim Identification (DVI).
Karena kondisi beberapa jasad korban sudah tidak dapat dikenali secara visual akibat efek ledakan, Tim DVI Polda Papua terpaksa menempuh jalur pengujian genetika.
Pakar DVI Polda Papua, Penata I Hamzah Chusaeni, merinci langkah-langkah ilmiah yang diambil untuk memastikan identitas para korban agar tidak terjadi kesalahan saat penyerahan jenazah.
Tim medis mengambil 3 sampel DNA pembanding dari anggota keluarga inti korban. Selain itu, mengumpulkan 10 sampel jaringan tubuh dari para korban di lokasi kejadian. Seluruh sampel tersebut dikirim dan diperiksa secara intensif di Laboratorium DNA Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta.
"Melalui pemeriksaan DNA yang komprehensif tersebut, seluruh korban yang sebelumnya belum dapat dipastikan identitasnya akhirnya berhasil diidentifikasi secara sahih dan langsung kami serahkan kepada keluarga masing-masing," ungkap Hamzah Chusaeni, Kamis (16/7/2026).
Kronologi Ledakan di Kompleks Perikanan Biak
Tragedi memilukan ini bermula ketika sebuah bom aktif berukuran besar sisa Perang Dunia II meledak di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota. Ledakan hebat tersebut terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 14.45 WIT.
Kombes Pol Cahyo Sukarnito menyampaikan apresiasinya kepada tim laboratorium dan masyarakat sekitar yang kooperatif selama proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Saat ini, pihak kepolisian bersama satuan terkait masih terus melakukan sterilisasi di area sekitar distrik untuk mengantisipasi adanya potensi keberadaan proyektil atau bom sisa perang lain yang masih tertimbun di dalam tanah demi menjamin keselamatan warga sekitar.










