Prabowo Minta Maaf Tak Bisa Hadiri Groundbreaking Proyek Gas Abadi Blok Masela di Maluku

Prabowo Minta Maaf Tak Bisa Hadiri Groundbreaking Proyek Gas Abadi Blok Masela di Maluku

Terkini | inews | Kamis, 16 Juli 2026 - 14:53
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Alam Cair atau LNG Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026) melalui video conference.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa hadir langsung hadir di lokasi untuk meresmikan groundbreaking proyek yang menelan biaya 20,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp376 triliun (kurs Rp18.012).

Kepala Negara hadir melalui video conference langsung dari Istana Merdeka, Jakarta, didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, hingga Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

“Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa ditinggalkan di pusat terpaksa saya hadir melalui video converence ini tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo mengawali sambutannya.

Prabowo menegaskan, ketidakhadirannya kali ini akan dibayar untuk kunjungan ke Maluku dalam waktu yang akan datang. 

“Tentunya ini merupakan utang saya kepada masyarakat Maluku dan kabupaten-kabupaten tersebut. InsyaAllah saya akan melunasi hutang tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan bahwa pembangunan suatu bangsa adalah upaya kerja keras suatu bangsa, adalah perjalanan yang membutuhkan persatuan semua unsur, semua elemen. 

“Dengan demikian Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting,” tuturnya.

“Proyek ini hampir 3 dekade, tiga dasawarsa, kita tunggu 3 dekade, 3 dasawarsa, rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” kata dia.

Diketahui, proyek blok gas raksasa abadi Masela di Maluku memasuki babak baru setelah tertunda puluhan tahun. Proyek yang berstatus PSN ini masuk tahap konstruksi pada 2027. 

Blok Masela ini juga merupakan salah satu aset gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini. Blok gas yang dioperasikan oleh INPEX Masela Ltd. dengan participating interest (PI) sebesar 65 persen tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada periode 2029-2030 guna memperkuat ketahanan energi nasional. 

Diketahui, Blok Masela diperkirakan menyimpan cadangan sekitar 3,06 triliun kaki kubik (TCF) gas serta 119 juta barel kondensat.

Topik Menarik