Jalur Minyak Dunia Terancam! Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Memanas
TEHERAN, iNews.id – Situasi di Selat Hormuz kembali memanas setelah Iran memutuskan menutup kembali jalur pelayaran strategis tersebut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Keputusan itu diumumkan usai aparat Garda Revolusi Iran melepaskan tembakan peringatan ke arah sebuah kapal yang disebut melintasi jalur pelayaran terlarang.
Garda Revolusi menyatakan kapal tersebut terkena tembakan peringatan sebelum akhirnya dihentikan. Menurut mereka, kapal itu berulang kali mengabaikan instruksi untuk berlayar melalui koridor pelayaran yang telah ditetapkan.
"Menyusul insiden ini, Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai berakhirnya campur tangan Amerika di wilayah ini. Tidak akan ada kapal yang diizinkan melintas," demikian pernyataan Garda Revolusi Iran.
Selain mengumumkan penutupan Selat Hormuz, Garda Revolusi juga memperingatkan akan menyerang "pangkalan musuh yang baru di wilayah tersebut" apabila kembali terjadi aksi militer yang ditujukan terhadap Iran.
Penutupan jalur pelayaran vital itu terjadi setelah hubungan Iran dan Amerika Serikat kembali memanas menyusul serangkaian serangan dan blokade yang memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Sebelumnya, kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata yang diikuti pembukaan sementara Selat Hormuz. Namun, jalur tersebut kembali ditutup setelah perundingan gagal mencapai kesepakatan dan aktivitas militer kembali meningkat.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk. Penutupan selat ini berpotensi mengganggu rantai pasok energi global, memicu kenaikan harga minyak, serta meningkatkan risiko terhadap keamanan maritim internasional.










