Pramono Pastikan Ancaman Bom di SD Jaksel Tak Terbukti: Tidak Ada!

Pramono Pastikan Ancaman Bom di SD Jaksel Tak Terbukti: Tidak Ada!

Terkini | inews | Senin, 13 Juli 2026 - 16:16
share

JAKARTA, iNews.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak terbukti. Hal itu usai Tim Gegana Brimob dan Densus 88 Antiteror Polri melakukan penyisiran.

"Ketika dilakukan pengecekan, kemudian ada Densus 88 dan juga tim Gegana, ternyata tidak ada seperti yang disampaikan (bom)," ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Senin (13/7/2026).

Meski demikian, Pramono meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku dan motif di balik ancaman tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami akan tetap meminta orang yang melakukan teror menggunakan isu ini untuk didalami dan mudah-mudahan itu tidak terjadi lagi, tapi yang jelas kami minta ini untuk didalami," imbuh Pramono.

Pramono juga memastikan kegiatan belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15 akan kembali berlangsung pada Selasa (14/7/2026), setelah aparat memastikan tidak ditemukan benda berbahaya di lingkungan sekolah.

"Sekali lagi tentunya kita, saya, nanti ada ibu Kepala Dinas Pendidikan, bahwa sekolah ini tetap kita adakan. Jadi jangan kemudian karena ini hari pertama, ada yang nakut-nakutin terus kemudian kita semua takut. Tapi kita terus waspada untuk itu," tandas dia.

Sebelumnya, SDN Srengseng Sawah 15 menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp yang dikirim kepada guru dan petugas tata usaha pada Senin pagi (13/7/2026), saat siswa dan guru tengah mengikuti upacara hari pertama masuk sekolah. Dalam pesan tersebut, pelaku mengklaim telah memasang bom di 11 titik sekolah dan mengancam akan meledakkannya dalam hitungan menit.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi mengevakuasi seluruh siswa dan guru, lalu mengerahkan Tim Gegana Brimob serta Densus 88 Antiteror untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di seluruh area sekolah.

Hasil pemeriksaan tidak menemukan bom maupun benda mencurigakan. Sementara itu, polisi mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku dan masih memburu serta mendalami motif ancaman tersebut.

Topik Menarik