Temon Meninggal Dunia akibat Serangan Jantung
JAKARTA, iNews.id – Misteri penyebab meninggalnya komedian Simson Rarameha Ngadang atau Temon akhirnya terjawab. Setelah sebelumnya hanya muncul dugaan, pihak keluarga kini mengungkap bahwa Temon meninggal dunia akibat serangan jantung.
Informasi itu didapat pihak keluarga berdasarkan diagnosis dari rumah sakit yang menanganinya. Ya, sebelum meninggal dunia Temon sempat dilarikan ke rumah sakit.
Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh adik almarhum, Jonathan Pati. Menurutnya, kepergian Temon begitu mendadak karena beberapa saat sebelum mengalami serangan, sang komedian masih sempat berbincang santai dengan keluarga di rumah.
“Kalau untuk kronologinya, Temon pas bangun pagi tuh jam 6.00 gitu 06.30 masih ngobrol sama kita-kita, sama keluarga, sama kakak, sama adik. Terus tiba-tiba jam 7.00 dia dada kirinya sakit banget, sampai dia nangis gitu. Terus kakakku yang cewek, ikut nangis juga,” ujar Jonathan di GPIB Melawai, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026).
Jonathan mengatakan, Temon sempat mengeluhkan nyeri hebat di dada sebelah kiri hingga keluarga panik dan segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
“Dia bilang, ‘Kakak kenapa?’ ‘Enggak tahu, Kak, dada aku sakit sekali.’ ‘Aku bawa ke rumah sakit aja.’ Ya udah, akhirnya kami bawa ke rumah sakit terdekat. Kira-kira di rumah sakit kurang lebih satu jam, terus meninggal,” tuturnya.
Berdasarkan hasil diagnosis rumah sakit, lanjut Jonathan, Temon dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung. Kabar tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga karena sebelumnya mereka tidak mengetahui almarhum memiliki riwayat penyakit jantung.
“Kalau Temon emang punya riwayat sakit darah tinggi, satu. Terus dua, sama ada gula juga,” ungkap Jonathan.
Pernyataan Jonathan sekaligus melengkapi keterangan yang sebelumnya disampaikan putri Temon, Rambu. Saat itu, Rambu mengungkap sang ayah memang memiliki riwayat hipertensi, tetapi tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada keluarga.
“Papa tuh enggak pernah mengeluh kalau sakit. Dia suka dipendam sendiri,” kata Rambu.
Jonathan pun membenarkan bahwa Temon merupakan pribadi yang cenderung menyimpan sendiri rasa sakit yang dialaminya. Bahkan hingga akhir hayat, almarhum tidak ingin merepotkan keluarga.
“Temon tuh orangnya kalau sakit enggak pernah mau cerita sama kita-kita, sama keluarga, dia pendam sendiri. Jadi penderitaannya dia terima sendiri, dia enggak mau susahin saudara-saudara. Seperti sekarang dia udah dipanggil Tuhan juga dia begitu,” ujarnya.
Selain memiliki riwayat darah tinggi dan diabetes, Jonathan mengungkap Temon juga pernah mengalami stroke ringan. Dampak dari penyakit tersebut membuat kemampuan almarhum bermain gitar menurun karena tangan kirinya mulai kaku.









