Sebelum Meninggal Dunia, Temon Ngeluh Nyeri Dada Kiri Gejala Serangan Jantung

Sebelum Meninggal Dunia, Temon Ngeluh Nyeri Dada Kiri Gejala Serangan Jantung

Gaya Hidup | inews | Senin, 13 Juli 2026 - 11:26
share

JAKARTA, iNews.id – Meninggalnya komedian Simson Rarameha Ngadang atau Temon menyisakan pelajaran penting mengenai gejala serangan jantung yang tidak boleh diabaikan. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Temon dilaporkan sempat mengeluhkan nyeri hebat di dada sebelah kiri yang datang secara tiba-tiba.

Adik almarhum, Jonathan Pati, mengungkapkan bahwa kondisi Temon pada Minggu (12/7/2026) pagi awalnya terlihat normal. Bahkan, sekitar pukul 06.00 hingga 06.30 WIB, Temon masih berbincang santai bersama anggota keluarga di rumah.

"Kalau untuk kronologinya, Temon pas bangun pagi tuh jam 6.00 gitu, 06.30 masih ngobrol sama kita-kita, sama keluarga, sama kakak, sama adik,” kata Jonathan pada awak media, Minggu (12/7/2026). 

Namun, situasi berubah hanya dalam waktu sekitar setengah jam. Sekitar pukul 07.00 WIB, Temon tiba-tiba mengeluhkan rasa sakit yang sangat hebat di dada sebelah kiri hingga membuatnya menangis kesakitan.

“Terus tiba-tiba jam 7.00 dia dada kirinya sakit banget itu, sampai dia nangis gitu. Terus kakakku yang cewek, ikut nangis juga,” ujarnya.

Mendengar keluhan tersebut, keluarga langsung berupaya membawa Temon ke rumah sakit terdekat. Dalam perjalanan, Temon terus mengeluhkan nyeri yang dirasakannya.

“Dia bilang, ‘Kakak kenapa?’ ‘Enggak tahu, Kak, dada aku sakit sekali.’ ‘Aku bawa ke rumah sakit aja.’ Ya udah, akhirnya kita bawa ke rumah sakit terdekat. Kira-kira di rumah sakit kurang lebih satu jam, terus meninggal,” tutur Jonathan.

Berdasarkan diagnosis rumah sakit, Temon dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung. Kabar itu mengejutkan keluarga karena sebelumnya mereka hanya mengetahui almarhum memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, dan pernah mengalami stroke ringan, tetapi tidak mengetahui adanya riwayat penyakit jantung.

Sebelumnya, putri Temon, Rambu, juga mengungkap bahwa sang ayah tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kesehatannya memburuk. Komunikasi terakhir mereka beberapa hari sebelum kejadian berlangsung seperti biasa tanpa keluhan apa pun.

“Papa tuh enggak pernah mengeluh kalau sakit. Dia suka dipendam sendiri,” kata Rambu.

Apa yang dialami Temon menjadi pengingat bahwa nyeri hebat di dada sebelah kiri yang muncul secara mendadak merupakan keluhan yang perlu diwaspadai. Dalam kasus Temon, gejala tersebut muncul sesaat sebelum ia dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung berdasarkan diagnosis tenaga medis.

Topik Menarik