Jenazah Komedian Temon Akan Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Siang Ini
JAKARTA, iNews.id - Suasana duka masih menyelimuti keluarga komedian senior Temon yang meninggal dunia akibat serangan jantung Minggu (12/7/2026). Setelah disemayamkan di GPIB Effatha Melawai, Jakarta Selatan, jenazah Temon dijadwalkan dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Senin (13/7/2026) pukul 11.00 WIB.
Di tengah suasana kehilangan, keluarga mengenang Temon sebagai sosok yang tak hanya menghibur banyak orang di atas panggung, tetapi juga menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan membanggakan di lingkungan keluarga.
Adik almarhum, Jonatan Pati, mengatakan Temon dikenal sebagai pribadi yang humoris sekaligus penuh tanggung jawab. Menurutnya, suasana keluarga selalu dipenuhi tawa setiap kali Temon berada di rumah.
"Kakak yang bener lucu, super lucu. Kalau di keluarga kita selalu ketawa dan dia juga sama keluarga tanggung jawab banget," ujar Jonathan saat ditemui di GPIB Effatha Melawai, Minggu (12/7/2026).
Jonatan juga mengungkapkan kecerdasan Temon sudah terlihat sejak usia dini. Saat baru berusia lima tahun, almarhum sudah berkeinginan kuat untuk bersekolah mengikuti kakak-kakaknya dan selalu meraih prestasi selama menempuh pendidikan.
"Dari sekolah dia waktu masih kecil dia tuh waktu umur lima tahun emang kakak-kakaknya pada sekolah, dia ngikut, dia pengen sekolah. Dia lima tahun emang pengen sekolah masuk ke sekolah. Dia di sekolah emang pintar, dari SD, SMP, SMA dia selalu juara," katanya.
Prestasi akademik tersebut mengantarkan Temon diterima di SMA Negeri 3 Jakarta sebelum melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia melalui jalur PMDK. Selama menempuh pendidikan, dia disebut selalu memperoleh beasiswa sehingga tidak membebani keluarga.
"Sampai dia lulus, dia kan masuk SMA 3, SMA 3 terus dapat PMDK di UI, lulus. Dia dari kecil sampai besar emang enggak pernah keluar duit untuk biaya, beasiswa. Makanya meninggalkan, wah dia di keluarga paling pintar, punya kelebihan," ujarnya.
Sebelum berkarier di dunia hiburan, Temon sempat bekerja sebagai Human Resources Department (HRD) di sebuah perusahaan selama sekitar tiga tahun. Namun, kecintaannya pada dunia seni membuat dia memutuskan beralih profesi menjadi pekerja seni.
"Iya, sempat jadi HRD. Pernah di LT kalau enggak salah, perusahaan LT, dia HRD tiga tahunan," katanya.
Karier Temon di dunia hiburan dimulai sebagai penyiar di Radio SK (Suara Kejayaan), sebelum akhirnya dikenal luas sebagai komedian yang menghibur masyarakat Indonesia.
"Pekerja seni dia udah lama dia emang kan dari radio dulu. Radio SK namanya, Suara Kejayaan," ujarnya.








