Persebaya Pakai Teknologi Canggih, Kondisi Pemain Dibongkar Sebelum Super League 2026-2027
SURABAYA, iNews.id – Persebaya Surabaya mulai melakukan persiapan serius menghadapi Super League 2026-2027 dengan menggunakan teknologi sports science modern untuk mengukur kondisi fisik seluruh pemain.
Skuad Bajol Ijo menjalani measurement test sebagai bagian dari program persiapan tim sebelum memasuki kompetisi musim baru. Tes tersebut dilakukan melalui kolaborasi Persebaya bersama DBL Indonesia melalui DBL dan Persebaya Academy.
Berbeda dari pemeriksaan fisik biasa, Persebaya menggunakan perangkat VALD Performance yang mampu memberikan data lebih lengkap mengenai kemampuan dan kondisi tubuh pemain. Teknologi tersebut membantu tim pelatih mengetahui kekuatan, daya ledak, hingga potensi risiko cedera.
Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, menjelaskan teknologi tersebut memberikan gambaran lebih akurat mengenai kondisi setiap pemain. Data yang diperoleh nantinya menjadi dasar bagi tim kepelatihan dalam menyusun program latihan.
"Melalui sistem ini kami dapat mengukur berbagai aspek kemampuan fisik pemain, terutama kekuatan otot dan daya ledak. Kami mengevaluasi kekuatan otot abduktor, otot paha depan, kemampuan lompatan vertikal dan horizontal, serta kondisi hamstring," kata Diogo dilansir dari laman Persebaya, Jumat (10/7/2026).
"Dari data tersebut kami bisa mengetahui apakah ada ketidakseimbangan antara sisi kanan dan kiri tubuh pemain yang perlu mendapat perhatian khusus," tambah pelatih asal Portugal tersebut.
Persebaya Bangun Fondasi dengan Sports Science
CEO Persebaya, Azrul Ananda, menegaskan penggunaan teknologi sports science menjadi bagian dari strategi klub untuk membangun fondasi jangka panjang. Menurut dia, perkembangan sepak bola modern membuat aspek data dan teknologi menjadi semakin penting.
"Sejak tahun lalu kami sudah membangun gym dan terus melengkapinya. Kemudian sejak awal tahun Persebaya Academy bersama DBL Indonesia sudah investasi perangkat sports science seperti VALD Performance ini," jelas Azrul.
"Tentu harapannya ini semua bisa membantu Persebaya meraih target tertinggi musim ini. Paling tidak, akan menjadi fondasi yang lebih baik dan konsisten untuk Persebaya dalam jangka menengah dan panjang," tambahnya.
VALD Performance sendiri merupakan teknologi yang banyak digunakan klub-klub elite dunia untuk memantau kondisi dan performa atlet secara detail. Di Liga Inggris, perangkat tersebut sudah menjadi bagian dari sistem pemantauan fisik di banyak klub.
Di Indonesia, penggunaan teknologi tersebut masih tergolong baru. PSSI baru memperkenalkannya secara lebih luas melalui Medical Workshop yang digelar tahun ini sebagai bagian dari pengembangan sports science sepak bola nasional.
Persebaya bersama DBL Indonesia sudah lebih dulu berinvestasi menggunakan perangkat tersebut sejak tahun lalu. Langkah itu menjadi bagian dari upaya klub meningkatkan performa pemain berbasis data dan meminimalkan risiko cedera.
Dalam measurement test tersebut, Persebaya menggunakan beberapa perangkat utama dari VALD Performance, mulai dari Forcedecks, Forceframe, Nordbord, Human Trak, hingga Smartspeed.
Forcedecks digunakan untuk mengukur daya ledak dan kekuatan tungkai melalui tes seperti Countermovement Jump (CMJ), Squat Jump, serta Single Leg Jump. Data tersebut membantu melihat kemampuan akselerasi pemain sekaligus mendeteksi adanya ketidakseimbangan kekuatan antara kaki kanan dan kiri.
Forceframe digunakan untuk mengukur kekuatan otot pinggul, paha, lutut, hingga bahu khusus bagi penjaga gawang. Tes tersebut bertujuan memastikan keseimbangan otot yang berperan penting dalam sprint, perubahan arah, duel fisik, dan gerakan penyelamatan.
Persebaya juga menggunakan Nordbord untuk menguji kekuatan hamstring yang menjadi salah satu area rawan cedera dalam sepak bola. Hasil tes tersebut membantu tim pelatih menentukan program penguatan sebelum pemain tampil dalam pertandingan resmi.
Sementara itu, Human Trak digunakan untuk menganalisis kualitas gerakan pemain, terutama saat melakukan lompatan dan pendaratan. Teknologi tersebut membantu mendeteksi pola gerakan yang berpotensi meningkatkan risiko cedera lutut.
Selain itu, Smartspeed digunakan untuk mengukur kemampuan kecepatan dan daya tahan pemain melalui tes seperti T-Test serta Bronco Test. Hasil pengukuran tersebut membantu pelatih mengetahui kemampuan akselerasi, kelincahan, hingga kapasitas fisik pemain untuk tampil selama 90 menit.
Dengan penerapan teknologi sports science tersebut, Persebaya berharap memiliki skuad yang lebih siap secara fisik dan mampu tampil konsisten sepanjang kompetisi Super League 2026-2027.










