Kisah Haru di Wisuda Unesa, Ibu Gantikan Anaknya yang Meninggal usai Operasi
SURABAYA, iNews.id – Suasana haru mendalam mewarnai prosesi wisuda di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Seorang ibu berjalan tegar naik ke atas panggung utama sambil memeluk erat foto putrinya yang telah meninggal dunia sebelum sempat menerima ijazah kelulusan secara langsung.
Di tengah ratusan wisudawan yang mengenakan toga, sang ibu yang diketahui bernama Kartiwi ini melangkah perlahan menuju panggung Graha Unesa. Dia hadir untuk mewakili putri sulungnya, Linda Ayu Tivani, yang dinyatakan lulus dari Program Studi Ekonomi.
Linda Ayu Tivani (22) seharusnya berada di barisan para wisudawan untuk merayakan keberhasilannya meraih gelar sarjana. Namun, takdir berkata lain; mahasiswi berprestasi ini mengembuskan napas terakhirnya pada 26 Mei 2026 akibat penyakit yang dideritanya.
Kartiwi menceritakan, putrinya adalah sosok yang mandiri dan jarang mengeluhkan kondisi kesehatannya. Bahkan setelah sempat menjalani operasi, Linda tetap menunjukkan tekad kuat untuk menyelesaikan revisi jurnal ilmiahnya demi kelulusan.
Pihak keluarga baru mengetahui jika Linda merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa internal dari Unesa saat hendak membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Bantuan tersebut terbukti menjadi penopang utama Linda dalam menuntaskan pendidikannya.
Kehadiran Kartiwi di atas panggung seketika mengubah atmosfer Graha Unesa yang semula penuh suka cita menjadi hening penuh haru. Air mata dari para wisudawan dan orang tua yang hadir tak terbendung saat rektor memimpin doa bersama untuk almarhumah.
Sebagai bentuk apresiasi tertinggi terhadap kegigihan almarhumah Linda, Unesa mengambil kebijakan taktis dengan menjamin masa depan pendidikan adik kandung almarhumah.
"Kami atas nama civitas akademika Unesa menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Sebagai penghormatan atas perjuangan luar biasa almarhumah, pihak kampus memberikan beasiswa penuh bagi adik almarhumah agar bisa melanjutkan kuliah di Unesa," ujar Rektor Unesa, Profesor Nurhasan.
Meski tak sempat mengenakan toga kebanggaannya, nama Linda Ayu Tivani tetap dipanggil dengan penuh khidmat dalam sidang terbuka wisuda tersebut.
Ijazah kelulusan yang diserahkan langsung oleh rektor ke tangan Kartiwi menjadi saksi bisu dan bukti otoritas keilmuan atas perjuangan tak kenal lelah Linda dalam menuntaskan pendidikan tinggi hingga akhir hayatnya.










