Ratusan Driver Ojol Demo di DPRD Sumut, Tuntut Potongan Aplikasi 8 Persen

Ratusan Driver Ojol Demo di DPRD Sumut, Tuntut Potongan Aplikasi 8 Persen

Nasional | inews | Selasa, 7 Juli 2026 - 21:42
share

MEDAN, iNews.id – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai platform menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut), Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (7/7/2026). Massa menuntut pemerintah segera merealisasikan kebijakan potongan aplikasi maksimal 8 persen untuk seluruh jenis layanan.

Aksi yang diberi tajuk "Aksi 707" ini diikuti oleh ratusan driver lintas aplikator besar, mulai dari Grab, Gojek, ShopeeFood, Maxim, InDrive, hingga sejumlah platform lainnya.

Dalam orasinya, massa menilai hingga memasuki awal Juli 2026 ini, janji pemerintah terkait pembatasan potongan komisi aplikasi sebesar 8 persen belum dirasakan secara nyata oleh para pengemudi di lapangan.

Padahal sebelumnya, para pengemudi menyambut baik rencana tersebut demi mendongkrak pendapatan mereka yang kian tercekik. Namun, kenyataannya implementasi di lapangan dinilai masih sangat jauh dari harapan.

Para pengunjuk rasa membeberkan, kalaupun ada penyesuaian tarif, kebijakan potongan 8 persen tersebut baru sebatas diberlakukan pada layanan angkutan penumpang saja. Sementara untuk layanan primadona seperti pengantaran makanan (Food) dan barang (Instant), aplikator disebut masih menerapkan potongan komisi yang relatif sangat tinggi.

Kondisi ini dinilai menciptakan tebang pilih yang merugikan para mitra pengemudi. Oleh karena itu, mereka mendesak pemerintah agar segera menerbitkan regulasi tegas yang mengatur seluruh lini layanan tanpa terkecuali. 

"Kami meminta pemerintah segera membuat regulasi menyeluruh agar tidak ada perbedaan perlakuan antar-layanan dalam satu aplikasi," teriak salah satu orator dari atas mobil komando. 

Dalam "Aksi 707" kali ini, massa membawa tujuh tuntutan utama yang wajib dipenuhi oleh pemerintah dan perusahaan aplikator. Beberapa tuntutan krusial di antaranya penerapan potongan komisi aplikasi maksimal 8 persen untuk seluruh jenis layanan ojek online. Penghapusan fitur layanan "tarif hemat" dan sistem "tarif gabungan" yang dinilai sangat merugikan kantong pengemudi.

Selain itu, penetapan tarif dasar per kilometer yang lebih adil, manusiawi, dan transparan, serta penerbitan regulasi khusus yang mengatur batas bawah dan batas atas tarif pengantaran makanan serta barang.

Setelah sekitar 30 menit melakukan orasi, massa akhirnya didatangi oleh perwakilan anggota DPRD Sumut. Di hadapan massa, wakil rakyat tersebut berjanji akan menampung seluruh poin tuntutan dan segera meneruskannya ke DPR di Jakarta untuk ditindaklanjuti.

Aksi unjuk rasa yang membeludak ini sempat membuat arus lalu lintas di kawasan Jalan Imam Bonjol Medan mengalami macet total. Usai menyampaikan aspirasinya di Gedung DPRD Sumut, ratusan massa driver ojol terpantau bergerak tertib melanjutkan aksi serupa menuju Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Topik Menarik