KLH Minta Kepala Daerah Waspadai El Nino, Ingatkan Risiko Kebakaran TPA!
JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mengingatkan seluruh kepala daerah di Indonesia untuk mengantisipasi fenomena iklim ekstrem El Nino. Sebab cuaca buruk tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Hal ini disampaikan Diaz ketika meninjau langsung lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Ia menyebut pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah untuk mengantisipasi fenomena El Nino.
"WMO sudah memberikan warning bahwa El Nino ini akan lebih gawat lagi artinya kita harus antisipasi akan ada potensi kebakaran lain di TPA di seluruh Indonesia, surat edaran ini merincikan hal-hal apa yang perlu dilakukan oleh kepala daerah di daerah masing-masing mengantisipasi El Nino,” kata Diaz dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Dalam penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin, Diaz menegaskan keselamatan warga di sekitar lokasi merupakan prioritas utama. Dia menyebut, perubahan arah angin yang tidak menentu berpotensi memperluas dampak asap ke kawasan permukiman warga.
"Lalu kami bicara juga dengan Pak Bupati, sudah melakukan antisipasi untuk pengecekan ISPA, penanganan pengungsian ketika arah angin nanti berubah," sambungnya.
Adapun, kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin pertama kali terpantau oleh warga sekitar sejak 28 Juni 2026. Ia menegaskan, bukan sesuatu hal yang mudah melakukan proses pemadaman tersebut.
“Hari ini kami lihat kebakaran sudah hari ke-5 (Sabtu) dan memang pemadaman ini bukan hal yang mudah ya, ini karakteristiknya seperti kebakaran lahan gambut karena mungkin di atasnya sudah terlihat padam tapi ketika lihat di bagian bawahnya masih ada apinya, kapan saja bisa terus kebakar, ada CH4-nya, bisa ada potensi ledakan juga,” sambungnya.
Dia menyebut pihaknya juga telah melakukan sejumlah upaya untuk mendukung proses pemadaman, termasuk monitoring melalui drone serta pemantauan kualitas udara di sekitar TPA.
“Kami sudah minta dilakukan koordinasi dengan pihak bandara dan pihak TNI AU agar bisa melakukan monitoring analisa melalui drone secara berkala, kami juga sudah deploy 2 mobile monitoring system untuk memonitor beberapa hal seperti SO2 (sulfur dioxide), NO2 (nitrogen dioxide), PM 10, PM 2.5 yang kita lihat sudah di atas baku mutu,” kata Diaz.










